Ramadhan 1437 H

Leave a comment

 

Ramadhan tahun ini begitu special bagi saya, untuk menghadapi bulan puasa kali ini (1437 H) saya sudah mempersiapkannya 2 bulan sebelum kedatangannya padahal untuk menghadapinya disarankan 6 bulan sebelumnya sudah harus mempersiapkan baik fisik maupun mental, tapi tidak mengapa lah yang penting sudah disiapkan walaupun dengan sangat minim.

Pada saat bulan penuh hikmah itu datang, rasanya senang sekali karena sudah berusaha untuk mempersiapkannya walaupun hanya sedikit saja, hari-hari pertama Ramadhan 1437 H seperti hari – hari biasa tidak ada rasa lapar dan haus mungkin apakah ini karena sudah dipersiapkannya sebelumnya, Tarawih pertama dilakukan di Masjid Jami Bintaro dan hari pertama puasa begitu sepi jalanan di Jakarta seolah – olah sudah mendekati hari Lebaran. Puasa tahun 1437 H begitu sejuk dikarenakan hujan banyak sekali turun walaupun sering pula siang harinya cuaca begitu terik namun secara keseluruhan cuaca sangat mendukung tidak seperti puasa 1436 H yang begitu panasnya dari sebelum puasa hingga beberapa bulan setelah lebaran sampai beberapa tempat mengalami kekeringan sampai – sampai cuaca di puncak tidak ubahnya seperti cuaca di Jakarta.

Pertengahan Ramadhan baru mulai muncul sedikit masalah dan sedikit konflik, syukur Alhamdulillah semuanya bisa diatasi, pekerjaan rasanya begitu ringan, teman – teman yang saling mendukung, dan suasana yang nyaman membuat segala masalah dan konflik bisa terpecahkan. Ide – ide segar dan rencana – rencana baru mulai muncul dipertengahan bulan itu, mungkin Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk dan hidayahnya sehingga rasa semangat itu muncul lagi didalam Qolbu ini.

Ramadhan 1437 H begitu berharga bagi diriku ini, banyak pengalaman spiritual yang singgah dalam pikiran dan menyentuh relung hati paling dalam, berkah Ramadhan tahun 1437 H banyak sekali intropeksi diri sendiri, dan solusinya. Ramadhan ini pula saya merasa lebih baik dari Ramadhan sebelumnya, saat ini usia saya 35 tahun tapi kok rasanya ini adalah Ramadhan terbaikku selama ini, puasa tidak batal, tarawih hampir penuh, tilawah bisa hatam, dan sedekah lebih banyak serta berdzikir lebih sering. Kejadian – kejadian yang menghampiri seakan tidak bisa dipercaya mulai dari pekerjaan sampai masalah rumah tangga dan semuanya positif.

Diakhir Ramadhan ini saya banyak melakukan perjalanan ke Masjid – masjid besar dan indah di Jakarta dan sekitarnya, banyak sekali hikmahnya yang dapat di petik dari perjalanan tersebut, banyak menemui hal – hal yang baru. Untuk melakukan perjalan ini biasanya kami setelah Dzuhur sudah mulai bersiap – siap dan pukul 14:00 – 14:30 pasti sudah pergi dari rumah, Ya Alloh pertemukan kami dengan Ramadhan tahun depan 1438 H Insya Alloh agar kami bisa beribadah lebih baik lagi. akhir kalam saya hanya bisa mengucap Alhamdulillah dan selamat Iedul Fitri 1437 H Mohon Maaf Lahir Bathin.

Muawiyah Bin Yazid

Leave a comment

Alkisah mengenai pemimpin yang doanya didengar Alloh. 
Mungkin kita tidak pernah mengenal sosok ini, memang dia salah satu khalifah yang tidak menonjol secara kepemimpinan, namanya adalah Muawiyah Bin Yazid yang merupakan Khalifah ke 3 dari Bani Umayyah.

Ketika diangkat menjadi Khalifah usianya baru 23 tahun dan satu – satunya pidato yang dikeluarkan dihadapan masyarakatnya "Saya mendapatkan amanah kepemimpinan, saya bukan orang yang terbaik diantara kalian, sementara saya orang yang lemah secara fisik maka carilah pengganti saya", setelah itu Muawiyah tidak pernah keluar istananya dan sejarah hanya mencatat hanya 40 hari menjadi Khalifah

Muawiyah tidak menunjukkan seorang pun sebagai penggantinya, dia tidak mau terbebani oleh tanggung jawab kepemimpinan atas orang yang dia tunjuk, dia tidak melihat sosok Umar ketika Abu Bakar menunjuk Umar dan dia juga tidak melihat sosok para sahabat ketika memilih utsman.

Menjelang wafaatnya Muawiyah sempat memberikan kritik kepada keluargnya, dia berkata "Sudah cukup sampai disini kekuasaan keluarga besar Abu Sofyan", dan ternyata perhatikan kalimat yang dikeluarkan oleh pemimpin yang sholeh itu, setelah kepemimpinannya Khalifah selanjutnya bukan dari garis keturunan Abu Sufyan tapi dari Abdul Ash, Abu Sofyan dan Abdul Ash sama – sama anak dari Umayyah maka Dinasty mereka disebut Bani Umayyah

Kita perlu pemimpin yang adil dan sholeh, karna saat keadaan genting atau sulit maka kalimat dan doanya didengar oleh Alloh SWT, karena Imamul Adil jangankan kalimatnya di dunia, bahkan ini adalah salah satu kelompok dari 7 kelompok yang akan dilindungi ketika tidak ada perlindungan lagi di yaumul Kiyamah

View on Path

Hajjaj Bin Yusuf

Leave a comment

Alkisah suatu masa Kekhalifahan Umayyah mempunyai seorang Panglima perang yang begitu hebat dan sangat kontroversial, namanya Hajjaj Bin Yusuf. Dia adalah Panglima paling disayang oleh Khalifah Abdul Malik Bin Marwan, Al Hajjaj awalnya adalah seorang guru namun krn fitnah ke 2 yg melanda muslimin(ada 2 klaim Kekhalifahan yaitu Damaskus dan Mekkah ) akhirnya dia mendaftar sebagai tentara krn kecerdasan dan keberaniaanya akhirnya diangkat sebagai pengawal Sang Khalifah.

Diawal karir nya sebagai tentara dia berhasil mengalahkan Khalifah Abdullah Bin Zubair yg menguasai Hijaz dan Irak, adapun dalam penaklukkan itu pasukan Hajjaj melakukan kerusakkan terhadap kota Mekkah ibukota Khalifah Abdullah Bin Zubair hingga salah satu dinding Kabah Runtuh akibat serangan Manjandik. Dan kesalahan terbesarnya adalah Hajjaj sangat mudah menumpahkan darah bahkan darah ulama yang tidak sesuai dengan pemikirannya dan kesalahan kecil saja bisa berakibat hukuman pancung.

setelah kekacauan melanda dihampir smua kota kota besar telah berhasil di padamkan, dan pada saat negeri sudah damai Hajjaj mulai melakukan perbaikkan dan pembangunan, berkat beliau kekuasaan Islam mencapai Maroko dan memerintahkan Musa Bin Nuasair serta Thariq Bin Ziyad menyebrangi ke spanyol di barat sementara di Timur pasukannya sudah mencapai daerah Sind di India dan Asia Tengah. Salah satu jasa besarnya adalah beliau yg menambahkan huruf tajwid dalam Quran sehingga mudah dibaca oleh orang.

Orang orang Syam sangat mencintainya sementara orang orang Irak sangat membencinya akibat kekejamannya. Ada pendapat yg tengah seperti Ulama sejarah Al Zahabi menyimpulkan "Hajjaj mempunyai kebaikan kebaikan yang begitu besar namun ada dilautan dosa dosanya". Biarlah kita ambil pelajaran dari Kisah Al Hajjaj ini agar kita selalu berkata yg obejctif/ jujur tentang seseorang, pada saat kita tidak mungkin menyimpulkan maka seperti Ulama tadi yang berkata "Maka urusannya kita serahkan ke Alloh Ta’ ala"

View on Path

Doa Sulaiman

Leave a comment

Kalo bukan karna Sulaeman

Alkisah suatu saat para sahabat Nabi SAW mengeluhkan susahnya kusyu’ dalam sholat mereka krn diganggu oleh setan, Sang Utusan Tuhan tersenyum dan mengatakan itulah tingkatan iman, dan kalo temannya setan tidak perlu diganggu.

Beliau pun bercerita suatu malam ketika sedang sholat diganggu oleh setan dan Nabi pun bergemul hingga setan itu kalah, keesokkan paginya beliau masih merasakan dinginnya gigitan setan ditangannya, beliau berkata "kalau bukan krn doa Sulaeman, akan aku ikat setan itu ditiang hingga anak anak Madinah bisa mempermaenkannya"

Lalu apa doa Nabi Sulaeman " Ya Alloh berikan aku kerajaan yang tidak bisa dimiliki oleh orang laen setelah Aku". Dan Rob Yang Maha Perkasa mengabulkannya dengan memberikan kerajaan Jin sehingga bisa memperkerjakan mereka.

Mudah2an kita bisa memetik hikmah dari cerita itu

View on Path

Tentang Labu

Leave a comment

Labu

Tau kah Engkau tentang buah labu, ini adalah salah satu buah yang ada di Quran (ash-Shaffat:139-148)
Alkisah pada saat Nabi Yunus terombang-ambing dalam perut ikan paus dalam waktu cukup lama, kemudian dilemparkanlah beliau di daratan yang tandus sedang kan, beliau dalam keadaan sakit atau berbadan lemas dan Tuhan Yang Maha Esa menumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu agar dimakan buahnya dan mengembalikan kesehatan yang lemah tadi.
Pantesan kolak biasanya ada buah labunya….dan buah ini bisa dimakan kulit serta bijinya ataupun dimakan langsung berserta kulitnya….mau coba
#Kisah31Nabi_IbnuKatsir

Titik Nadir

Leave a comment

Ciawi 12 May 2016.

 

Sebagai hari yang akan diingat sebagai titik kembalinya………secara lahir sedang dipersiapkan dan secara bathin sedang ditingkatkan, disela – sela hujan yang mengguyur Pusdiklat di Ciawi ini dan ditemani secangkir kopi hangat………tahun ini semuanya harus berubah tanpa ada pengecualian, cukup sudah 6 tahun…. Ya Robbi percepatlah perubahan itu………..

Listening to Sebelum Cahaya by Letto

Leave a comment

Kalo dengerin liriknya serta tau maksudnya, bawaannya tenang banget nih Hati….emang Cak Nun hebat Kalo bikin analogy

“Ingatkan engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta”

Listening to Sebelum Cahaya by Letto at ciawi

Preview it on Path

Older Entries