Hajjaj Bin Yusuf

Alkisah suatu masa Kekhalifahan Umayyah mempunyai seorang Panglima perang yang begitu hebat dan sangat kontroversial, namanya Hajjaj Bin Yusuf. Dia adalah Panglima paling disayang oleh Khalifah Abdul Malik Bin Marwan, Al Hajjaj awalnya adalah seorang guru namun krn fitnah ke 2 yg melanda muslimin(ada 2 klaim Kekhalifahan yaitu Damaskus dan Mekkah ) akhirnya dia mendaftar sebagai tentara dan karena kecerdasan dan keberaniaanya akhirnya diangkat sebagai pengawal Sang Khalifah.

Diawal karir nya sebagai tentara dia sangat displin sehingga Khalifah bersimpatik terhadap dirinya dan pencapaiannya yang terbesar adalah mampu mengalahkan Khalifah Abdullah Bin Zubair yg menguasai Hijaz dan Irak, adapun dalam penaklukkan itu pasukan Hajjaj melakukan kerusakkan terhadap kota Mekkah ibukota Khalifah Abdullah Bin Zubair hingga salah satu dinding Kabah Runtuh akibat serangan Manjandik. Dan kesalahan terbesarnya adalah Hajjaj sangat mudah menumpahkan darah bahkan darah ulama yang tidak sesuai dengan pemikirannya dan kesalahan kecil saja bisa berakibat hukuman pancung.

setelah kekacauan melanda dihampir smua kota kota besar telah berhasil di padamkan, dan pada saat negeri sudah damai Hajjaj mulai melakukan perbaikkan dan pembangunan, berkat beliau kekuasaan Islam mencapai Maroko dan memerintahkan Musa Bin Nuasair serta Thariq Bin Ziyad menyebrangi ke spanyol di barat sementara di Timur pasukannya sudah mencapai daerah Sind di India dan Asia Tengah. Salah satu jasa besarnya adalah beliau yg menambahkan huruf tajwid dalam Quran sehingga mudah dibaca oleh orang.

Al Hajjaj Bin Yusuf bukanlah orang zhalim kejahatannya terbesar adalah dia begitu gampang sekali menumpahkan darah bahkan darah orang – orang shaleh namun dia tidak keluar dari Islam (Murtad), sampai – sampai saat mati dia hanya menyisakan 300 dirham saja padahal saat itu kekuasaannya dari Maroko sampai dengan Uzbekistan, dia orang jujur, dia orang yang sangat baik tapi memang dia mudah membunuh bahkan orang mulia sekalipun

Orang orang Syam sangat mencintainya sementara orang orang Irak sangat membencinya akibat kekejamannya. Ada pendapat yg tengah seperti Ulama sejarah Al Zahabi menyimpulkan “Hajjaj mempunyai kebaikan kebaikan yang begitu besar namun ada dilautan dosa dosanya”. Biarlah kita ambil pelajaran dari Kisah Al Hajjaj ini agar kita selalu berkata yg obejctif/ jujur tentang seseorang, pada saat kita tidak mungkin menyimpulkan maka seperti Ulama tadi yang berkata “Maka urusannya kita serahkan ke Alloh Ta’ ala”

Advertisements

Author: arieonolancel

I am guy who interested with sains, islam, and public sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s