Di desa, orang – orang di kampung yang petani ‘gajian’ setiap musim panen dua atau tiga kali setahun. Ketika saya memasuki dunia kerja seperti umumnya pegawai atau pekerja saya digaji per bulan. Saudara-saudara saya yang profesinya sebagai dokter mereka ‘digaji’ per tindakan atau per pasien. Teman-teman saya yang menekuni profesi lainnya seperti lawyer atau konsultan mereka ‘digaji’ per jam atau per kasus. Yang saya amati adalah, semakin pendek siklus ‘gajian’ seseorang akan cenderung semakin makmur dia.

Tetapi waktu saya sebagai pegawai masih ada sedikit kelebihan dibandingkan saudara saya yang dokter maupun teman yang lawyer, yaitu ketika saya cuti, sakit dlsb. – argo gaji saya tetap jalan. Sedangkan dokter , lawyer dan konsultan (yang bukan pegawai), argo ‘gaji’ mereka berhenti ketika mereka tidak bekerja, tidak melayani pasien atau tidak menangani kasus.

Lantas bagaimana sekarang menggabungkan keduanya, yaitu agar argo gaji jalan terus baik kita lagi bisa bekerja ataupun tidak – sekaligus juga  mempercepat siklus ‘gajian’ kita.  Bukan lagi per bulan, per kasus, per jam atau per tindakan, tetapi per detik atau bahkan se-per sekian (0.000…1) detik…?.

Jawaban untuk ini saya peroleh dari dua sumber yaitu sumber yang bersifat ilahiyah dan sumber yang bersifat ilmiah. Sumber yang bersifat ilahiyah Al-Qur’an maupun al Hadits begitu banyak yang memerintahkan agar harga kita berputar – dalam bahasa ilmiahnya ‘diinvestasikan’. Keuntungan harta  yang ‘diputar’ dalam bentuk infaq misalnya bukan hanya seratus atau duaratus persen, tetapi bisa 70,000% (700 kali !) atau bahkan lebih, belum lagi yang tersimpan dalam bentuk ‘tabungan’ untuk akhirat nanti.

Sumber yang sifatnya ilmiah yang paling mudah saya cerna adalah dari penulis buku best seller yang sangat kondang yaitu Robert T. Kiyosaki khususnya dari buku dia yang berjudul Conspiracy of The Rich – The 8 New Rules of Money. Salah satu dari 8 rules yang dia perkenalkan ini adalah tentang kecepatan uang berputar. Anda dan saya dapat ‘gajian’ se-per sekian detik dan terus mendapatkan ‘gaji’ tersebut baik kita lagi bekerja ataupun lagi berlibur – bila kita adalah investor ataupun pemilik business yang berjalan dengan baik dan berputar terus menerus 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun (24/7/365).

Bayangkan kalau Anda pemilik merk McDonald misalnya, ‘gaji’ Anda akan mengalir terus ke kantong Anda setiap kali orang di belahan dunia manapun menikmati burger dari jaringan restaurant yang menggunakan merk Anda. Bila Anda pemilik Amazon misalnya, ‘gaji’Anda mengalir terus setiap kali ada buku yang ditransaksikan di system Anda. Maka tidak heran Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia karena setiap orang dibelahan dunia manapun menggunakan software Microsoft, uangnya sebagian mengalir ke kantong ‘gaji’ dia.

Memang tidak harus segede McDonald, Amazon ataupun Microsoft tetapi kitapun bisa mulai merintis project business yang akan mengantar kita nantinya ‘gajian’ setiap se-per sekian detik. Caranya ?, Menurut Robert T. Kiyosaki dalam bukunya tersebut diatas antara lain rahasianya adalah dari (belajar) jualan. Sukses yang dia capai sekarang dimana bukunya diterjemahkan ke 50-an bahasa dan dijual di seratus lebih negara – adalah dimulai ketika dia belajar jualan Xerox sekian puluh tahun lalu.

Orang ataupun negara menjadi miskin bila dia tidak memiliki sesuatu untuk dijual ataupun tidak tahu bagaimana menjualnya. Bahkan negarapun bisa bangkrut bila dia menjual lebih sedikit dari yang dia beli, lihat problematika krisis di Amerika vs China misalnya. Amerika membeli jauh lebih banyak ketimbang yang dia bisa jual sehingga sudah belasan tahun ini neraca perdagangan mereka defisit. Sebaliknya China meskipun penduduknya yang terbesar di dunia – mereka mampu ‘ memberi makan’ hampir keseluruhannya (hanya kurang dari 4% yang menganggur !) karena mereka pandai sekali menjual produk-produk mereka ke seluruh dunia !.

Tidak heran bila uswatun hasanah kita Rasulullah SAW-pun adalah seorang yang sangat pandai berjualan. Beliau sudah menjadi pedagang lintas negara ketika beliau masih sangat muda.

Mari kita ikuti jejak beliau dalam segala hal termasuk dalam kepandaian jualan tersebut karena bisnis apapun yang hendak kita tekuni, jualan inilah ujung tombaknya. Siapa tahu diantara kita ada sesuatu potensi yang nantinya bisa ‘dijual’ keseluruh dunia dan kita bisa menikmati ‘gaji’ kita setiap seper sekian detik…Amin.