Map picture

Hari tersebut jatuh pada  rabu  merupakan hari yang sangat tidak mengenakkan dalam hari hidupku, pertama di mulai dengan janjian pergi ke BSD, pagi – pagi  sudah pergi ke kantor padahal biasanya saya masih dirumah karena takut terlambat dan ditinggal bis shuttle akhirnya berangkat juga pagi itu, walaupun pergi pagi tetap saja antara Pondok Aren dan Kebon Sirih macet dengan tetap semangat semuanya dapat dilalui akhirinya sampai juga di kantor jam 07:51, sampai dengan di kantor terlihat suasana masih lengang cuma beberapa orang saja yang sudah berada diruangan, sambil membuka laptop dengan tujuan mengirimkan laporan harian pagi ke atasan dan teman, saya colokkan kabel jaringan yang berada diruangan saya yang sangat sepi karena tidak ada yang datang selain saya, selesai mengirimkan laporan saya mendatangi team yang akan berangkat ke BSD, dengan sedikit percakapan kami memutuskan untuk pindah tempat ngobrol yaitu di tempat parkir tempat mobil yang akan membawa pergi kami ke tempat tujuan, sambil menunggu kendaraan tersebut munculnya teman yang lainnya yaitu Herry Setiawan Complong, akhirnya kami bertiga mengobrol ngalor ngidul, tak terasa sudah 1 jam lebih menunggu kendaraan tersebut, tiba – tiba salah satu kawan kami di telpon karena ada masalah dengan aplikasi yang dia buat, dan dia pergi beranjak ke lantai 6 untuk mensolving masalah itu, 15 menit berlalu muncullah kendaraan yang akan membawa kami ke BSD, mobil tersebut langsung penuh diisi oleh orang – orang yang senasib dengan saya untuk pergi kesana, Pak Supir berkata “semua sudah lengkap….kalau sudah kita akan berangkat”, saya menjawab “ maaf Pak teman kami masih ada diatas tolong tunggu sebentar”, saya langsung telpon koordinator dari team  , dan dia menyarankan kami untuk menunggu teman kami yang masih di atas namun disatu sisi Pak Supir tidak mau menunggu terlalu lama, sial di detik – detik terkhir koordinator itu bilang “yang sudah perjalanan di batalkan saja”, dalam hatiku mendumel” sial di detik – detik terakhir masa di suruh gagalin rencananya” tapi ya sudahlah daripada disana juga ga ada yang bisa dikerjakan. Dengan semangat yang lunglai saya meninggalkan mobil tersebut dan kembali keatas.

Akhirnya saya kembali keruangan saya, setelah membuka laptop dan mendownload email, ku baca satu persatu email tersebut dari yang penting ke yang tidak penting. saya membalas email – email menagenai KPR yang ditawar-tawarkan oleh para marketing bank, tiba – tiba sesuatu hal yang menyentak diriku, sahabatku yang berada di sebelahku berkata “Kau tau si Dodi mau pindah sudah lama “, saya menjawab “iya”, tiba – tiba mengirimkan sms “kalian tidak menganggap aku sebagai teman karena ga pernah cerita”, dalam hatiku memahami masalah ini dengan sangat, kami bersama – sama dalam satu ruangan, makan, dan sholat bareng, tapi untuk hal ini kami tidak cerita – cerita dengan dia, itu merupakan suatu alasan yang sangat masuk akal namun di sisi lain Dodi mengingat kami untuk tidak cerita dengan posisi yang terjebak saya cuman bisa mengurut – urut dada, harusnya masalah tersebut tidak perlu terjadi andai kata si Dodi memberitahukan dari awal. Pada saat makan siang suasana agak tidak enak biasanya kami makan siang sambil bercanda – canda namun kali ini tidak, kami memahami kecewanya teman kami. Setelah makan siang saya berangkat ke gedung smart untuk membeli modem perjalanan di kesana sangat tidak mengenakkan karena panas sekali, disana kami sampai dengan pukul 13.30 kemudian kami balik kekantor.

Tiba dikantor saya mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan bahwa listrik di BSD shutdown, sistem jadi kacau untungnya ada backup DRC namun tetap saja terjadi kekacauan transaksi selama beberapa saat, di ruangan terjadi aktivitas yang meningkat begitu tajam, suara telpon berdering dengan sangat sering, masing – masing orang sibuk dengan hpnya masing – masing, kami terkejut untuk beberapa saat email tidak bisa digunakan padahal email itu sarana kami berkomunikasi dengan cabang – cabang dan antar kami sendiri, crowded membuatku was – was.