zakat Menurut bahasa, kata “Mal” berarti kecendurangan atau segala sesuatu yang diinginkan sekali oleh manusia untuk dimiliki dan disimpannya. sedangakan menurut syarak, Mal adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki atau dikuasai dan dapat digunakan (dimanfaatkan) sebagaimana lazimnya. Dengan demikian sesuatu dapat disebut mal apalila memenuhi dua syariat yaitu :

  1. Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai
  2. dapat diambil manfaatnya sebagaimana lazimnya

Contohnya : rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dan lainya sebagainya. sedangkan sesuatu yang tidak dapat dimiliki tetapi manfaatnya dapat diambil, seperti udara dan sinar matahari tidak disebut mal

Syarat – syarat harta yang Wajib Dizakati

a. Kepemilikkan Sempurna

Harta yang dimiliki secara sempurna, maksudnya pemilik harta tersebut memungkinkan untuk mempergunakan dan mengambil manfaat secara utuh. sehingga harta tersebut dibawah kontrol dan kekuasaannya

Zakat25percent harta yang didapatkan melalui proses kepemiliki yang dibenarkan oleh syarak, seperti hasil usaha perdagangan yang baik dan halal, harta warisan, pemberian negara atau sorang lain wajib dikeluarkan zakatanya apabila sudah memenuhi syarat – syaratnya. sedangkan harta yang diperoleh dengan cara yang haram seperti hasil merampok, mencur, dan korupsi tidaklah wajib dikeluarkan zakatnya, bahkan harta tersebut harus dikembalikan kepada pemilikinya yang sah atau ahli warisannya

b. Berkembang (produktif atau berpotensi produktif)

Yang dimaksud harta yang berkembang di sini adalah harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila dijadikan modal usaha atau mempunyai potensi untuk berkembang, misalnya hasil pertanian, perdaganganan, ternak, emas, perak, dan uang. Pengertian berkembang menurut istirahat yang lebih familiar adalah sifat harta tersebut dapat memberikan keuntungan atau pendapatan lain.

c. Mencapai Nisab

Yang dimaksud dengan nisab adalah syarat jumlah minimum harta yang dapata dikategorikan sebagai harta wajib zakat.

d. Melebihi Kebutuhan Pokok

Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan untuk kelestarian hidup. Artinya, apabila kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhui, yang bersangkutan tidak dapata hidup dengan baik (layak), seperti belanja sehari – hari, pakaian, rumah, perabot rumah tangga, kesehatan, pendidikan, dan transportasi, singkatannya kebutuhan pokok adalah segala sesuatu yang termasuk kebutuhan primer atau kebutuhan hidup minimum. pengertian tersebut bersandar pada pendapat Imam Hanafi.

ZakatUang Syarat ini hanya berlaku bagi masyarakat berpengahasilan rendah atau di bawah standar minimum daerah setempat. tetapi yang lebih utama adalah setiap harta yang mencapai nisab harus dikeluarkan zakatnya, meningat selain fungsi zakat untuk menyucikan harta, juga memiliki nilai pendidikan keapda masyarakat luas bahwa yang ada di tangan kita tidak selalu menjadi milik kita. apalagi di zaman sekarang , gaya hdiup modern oleh sebagaian kalangan dianggap sebagai kebutuhan pokok. Jika hal ini terus berlangsung, manusia modern tidak akan pernah mengeluarkan zakat karena hartanya selalu habis digunakan untuk memenuhi keinginannya , bukan kebutuhnya.

e. Terbebas dari Utang

KaumDuafa orang yang mempunyai utang, jumlah utangnya dapata digunakan untuk mengurangi jumlah harta wajib zakat yang telah sampai nisab. Jika setelah dikurangi utang harta wajib zakat menjadi tidak sampai nisab, harta tersebut terbebas dari kewajiban zakat. sebaba, zakat hanya diwajibkan bagi orang yang memiliki kemampuan, sedangkan orang yang mempunyai utang dianggap tidak termasuk orang yang berkecukupan. Ia masih perlu menyelesaikan utang – utangnya terlebih dahulu. Xakat diwajibkan untk menyantuni orang – orang yang berada dalam kesulitan yang sama atau mungkin kondisinya lebih parah daripada fakir miskin.

f. Kepemilikan satu tahu penuh (Haul)

Maskunya adalah bahwa masa kepemiliki harta tersebut sudah berlalu selama dua belas bulan Qamariah. Pesyaratan satu tahun ini hanya berlaku bagi ternak, emas, uang, harta benda yang diperdagangkan, dan lain sebagainya. Sedangkan dan harta lain yang dikiaskan pada hal – hal tersebut, seperti zakat profesi tidak disyaratkan harus mencapai satau tahun

Harta yang yang wajib di Zakati

    1. Binatang ternak, syarat – syaratnya adalah sebagai berikut :
      1. Perternakan telah berlangsung selama satu tahun
      2. Binatang ternak digembalakan di tempat – tempat umum dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan alat produksi
      3. Mencapai nisab. Nisab untuk unta adalah 5 ekor, sapi 30 ekor, kambing atau domba 40 ekor
      4. ketentuan vaolme zakatnya sudah ditentukan sesuai karakteristik tertentu dan diambil dari binatang ternak itu sendiri
    2. Harta Perniagaan, syarat – syarat adalah sebagai berikut :
      1. Muzakki harus menjadi pemilik komoditas yang diperjualbelikan, baik kepemilikannya itu diperoleh dari hasil usaha dagang maupun tidak.
      2. Muzakki berniat untuk memperdagangkan komoditas tersebut
      3. Harta zakat mencapai nisab setelah dikurangi biaya operasional, kebutuhan primer, dan membayar utang
      4. Kepemilikan telah masa mas satu tahun penuh
    3. Harta Perusahaan

Yang dimaksud dengan perusahaan disini adalah sebuah usaha yang diorganisir sebagai sebuah usaha yang diorganisir sebagai sebuah kesatuan resmi yang terpisah dengan kepemilikan dan dibuktikan dengan kepemilikan saham. Para ulama kotemporer menganalogikan zakat perusahaan dengan zakat perniagaan, sebab bila dilihat dari aspek legal dan ekonomi (entitas) aktivitas sebuah perusahaan pada umumnya berporos pada kegiatan perniagaan. Dengan demikian, setiap perusahaan di bidang barang maupun jasa dapat menjadi objek wajib pajak.

4. Hasil Pertanian

zakatBiji Hasil pertanian adalah hasil tumbuh – tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis, seperti biji – bijian, umbi – umbian, sayur mayur, tanaman keras, tanaman hias, rerumputan, dan dedaunan, ditanam menggunakan bibit biji dimana hasilnya dapat dimakan oleh manusia dan hewan.

 

5. Barang Tambang dan Hasil Laut

ZakatHartakarunYang dimaksud dengan barang tambang dan hasil laut adalah segala sesuatu yang merupakan hasil ekploitasi dari kedalaman tanah dan kedalaman laut. yang termasuk kategori harta barang tambang dan hasil laut yaitu 

  • Semua barang tambang hasil kerja ekploitasi kedalaman tanah pada sebuah negara yang dilakukan oleh pihak swasta ataupun pemerintah
  • Harta karun yang tersimpan pada kedalaman tanah yang banyak dipendam oleh orang – orang zaman dahulu, baik yang berupa uang, emas, perak, maupun logam mulia lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan orang dan mempunyai nilai materi yang tinggi
  • Hasil laut seperti mutiara, karang, dan minyak, ikan dan hewan laut

6. Emas dan Perak

ZakatEmasUangdanPerak Emas dan perak merupakan logam mulia yang memiliki dua fungsi, selain merupakan tambang elok sehingga sering dijadikan perhiasan, emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke wakt. Syariat Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang potensial atau berkembang. Oleh karena itu, leburan logam, bejana, souvenir, ukiran atau yang lainnya termasuk dalam kategori emas atau harta wajib zakat.

Termasuk dalam katergori emas dan perak yang merupakan mata uang yang berlaku pada waktu itu dalah madata uang yang berlaku saat ini di masing – masing negara.. oleh sebab itu, segala macam bentuk penyimpanan uang, seperti tabungan, deposito, cek atau surat berharga lainnya termasuk dalam kriteria penyimpanan emas dan perak. Demikian pula pada harta kekayaan lainnya seperti rumah, vil, tanah, dan kendaraan yang melebihi keperluan menurut syarak atau dibeli dan dibangun dengan tujuan investasi sehingga sewaktu – waktu dapat diuangkan.

pada emas dan perak atau lainnya , jika dipakai dalama bentuk perhiasan yang tidak berlebihan, barang- barang tersebut tidak dikenai wajib zakat.

7. Property Produktif

Yang dimaksud adalah harta property yang diproduktifkan untuk meraih keuntungan atau peningkatan nilai maeterial dari properti tersebut. Produktivitas properti diusahakan dengan cara menyewakannya kepada orang lain atau dengan jalan menjual hasil dari produktivitasnya

Syarat – Syaratnya adalah :

  • Properti tidak dikhususkan sebagai komoditas perniagaan
  • Properti tidak dikhususkan sebagai pemenuhan kebutuhan primer  bagi pemiliknya, seperti tempat tinggal dan saran transportasi untuk mencari rezeki
  • Propertj yang disewakan atau dikembangkan bertujuan mendapatkan penghasilan, baik sifatnya rutin maupun tidak.

(jakarta, 02 – 08 – 2011 / 02 Ramadhan 1431 H)