170px-Tuthankhamun_Egyptian_MuseumEmas adalah logam mulia yang sangat di minati oleh banyak orang. orang rela mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mendapatkan logam mulia yang memiliki bentuk beragam. Pada masa awal manusia mengenal emas, ternyata si kuning yang berkilau tersebut tidak hanya digunakan sebagai perhiasan, tetapi juga digunakan sebagai perlengkapan pemakaman para penguasa, misalnya saja pada 2500 SM, Raja Tomb of Djer dimakamkan bersama seluruh perhiasannya termasuk emas, dia merupakan raja pertama dari dinasti Mesir di Abydos Mesir kuno. bangsa Circa di zaman Mesir kuno pada 1932 sebelum masehi bahakan menggunakan emas sebagai bahan peti mati untuk Raja Tutankhamon, tidak tanggung – tanggung berat peti mati yang terbuat dari emas tesebut hampir 2500 pound atau setara dengan 1250 kg.

Dari Alat Tukar ke Media Investasi

emas-batangan (1)Ketika pertama kali dikenal oleh manusia, emas belum digunakan sebagai alat tukar. mereka cenderung menjadikan emas sebagai perlengkapan ritual kuno dan perhiasan, menurut penerangan saya dan atas petunjuk Mbah Google sekitar tahun 1091 SM bangsa cina menggunakan emas dalam bentuk kota yang berukuran kecil dan sudah digunakan sebagai alat tukar yang sah. Emas digunakan sebagai alat tukar perdagangan internasional di Timur Tengah ( pusat dunia menurut buku “Dari Puncak Bagdad Sejarah Versi Islam”) pada tahun 1500 sm. Standar unit di Timur Tengah pada waktu itu menggunakan koin emas Shekel dengan berat 11,3 gram, Shekel terbuat dari campuran alami logam 2/3 emas dan 1/3 perak yang biasa disebut.

Pada zaman Rasululloh Muhammad SAW, umat islam sudah mulai menggunakan emas sebagai alat tukar dan di masa pemerintah Umar bin Khatab umat islam menggunakan mata uang yang kita kenal sekarang yaitu Dinar. Dinar terbuat dari emas 22 karat seberat 4,25 gram dengan diameter 23 milimeter.

Emas Adalah Uang , Tetapi Uang Bukanlah Emas

 insideDinarIMN (1)Ali bin Abdullah menceritakan  kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah mencerikan kepada kami, ia berkata : Saya mendengar penduduk bercerita tentang Urwah, bahwa Rasulullah SAW memberikan uang satu dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau. Lalu, dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing. kemudian ia jual satu ekor dengan harga seekor kambing dengan harga satu dinar. Ia pun pulang membawa satu ekor kambing dan 1 dinar. Rasulullah SAW mendoakannya dengan keberkataan dalam jual belinya. Seandainya Urwah membeli debu pun, ia pun pasti beruntung “ (H.R. Bukhari).

Dari hadist tersebut dapat di ambil hikmah bahwa di zaman Rasulullah, harga pasaran kambing adalah satu dinar. Kesimpulan ini diambil dari fakta Rasulullah orang yang sangat adil, beliau tidak akan memeinta Urwah untuk membeli kambing dengan uang yang kurang atau berlebih. Memang Urwah  bisa membeli dua ekor kambing dengan uang satu dinar, tapi ini dikarenakan kepandaiannya sebagai pedagang dalam hal tawar – menawar terbukti pada akhirnya ia menjual salah satu kambingnya tersebut dengan harga satu dinar. Pada akhir 2009, harga 1 koin dinar emas berkisar antara Rp. 1400000 – Rp 1500000, dengan uang sebesar itu anda juga bisa dapatkah anda membeli kambing ? saya yakin pasti bisa. Gambaran tersebut membuktikan bahwa emas sama sekali tidak terpengaruh inflasi. Coba bandingkan dengan nilai mata uang yang terus menurun setiap tahunnya. Pada  1970an harga seekor kambing hanya Rp. 7000, sekarang dengan nominal yang sama apakah anda dapat membeli seekor kambing ? paling – paling cuma dapet sepiring nasi + tempe + ikan teri + kerupuk di warteg terdekat. Contoh lainnya adalah sejak pemerintah Indonesia menyelenggarakan ibadah haji, onkgos naik haji tidak pernah bergeser dari 30 – 33 dinar emas (sekaranga 27/01/2011 harga 1 dinar Rp. 1720000, 33 * @ Rp. 1720000 = Rp. 56760000, padahal biaya haji yang biasa cuma berkisar Rp. 40000000 – 45000000) . ini merupakan bukti bahwa emas selalu stabil, sedangkan nilai mata uang kita justru naik-turun.

Dari pembahasan tersebut dapat dilihat bahwa emas sama sekali tidak terpengaruh oleh inflasi (zero inflation), memang harganya terlihat cenderung fluktuatif tapi sebenarnya yang naik – turun bukanlah emas, melainkan nilai mata uang. Ketika harga emas turun semua harga komoditas turun, ketika emas naik semua harga emas naik, semua harga komoditas pun otomatis akan naik.

Lalu kapan saat yang tepat untuk membeli emas ? sebenarnya simple saja, saat yan tepat untuk membeli emas adalah kita mempunyai uang dan saat yang tepat untuk menjual emas adalah ketika anda membutuhkan uang ( walaupun saya tahu tiap hari kita selalu butuh uang )

Alasan Berinvestasi Emas

  1. Aman : Uang di bank akan hilang perlahan – lahan karena biaya administrasi, pajak bunga 20%, tingkat suku bunga (sekitar 5% – 7%, bayangkan jika rata – rata inflasi di Indonsia pertahun adalah 10%, artinya setiap tahun nilai uang kita minimal turun 3% tapi sesungguhnya lebih dari itu)
  2. Perlindungan : inflasi dan deflasi merupakan perampokkan yang tidak kelihatan, keduanya adalah masalah klasik yang sudah berabad – abad dan secara perlahan tapi pasti akan menggerogoti nilai aset kita. Berbeda dengan emas menurut data statistik bila inflasi 10% maka harga emas naik 13%, dan bila inflasi 20% maka harga emas naik 30%, jadi kenaikan emas selalu di atas inflasi
  3. Mudah di Cairkan : jika anda mempunyai emas maka anda dapat menjual di toko emas atau gadaikan, bahkan kita dapat memiliki uang dengan menggadaikan emas hingga 80% dari nilai emas dan di kenakan biaya cuma pendaftaran dan sewa tempat untuk menaruh emas, bayangkan kalau meminjam uang di Bank atau lembaga lain sudah kenai biaya administrasi dan bunga tinggi. (sekalian nih promosi soal penggadaian……maklum saya lagi menggembangin aplikasi penggadaian syariah di salah satu bank)
  4. Terjangkau Semua Kalangan : Dengan uang yang sedikit anda dapat membeli emas, bahkan beberapa bank menawarkan membeli emas dengan cara mencicil prinsipnya mirip dengan penggadaian syariah ( Tuh kan penggadaian lagi…..sori nih pren jadi promosi lagi)
  5. Mudah Di Pindahkan 
  6. Tahan Lama : Properti, kendaraan, surat – surat berhargra , dan karya seni memiliki resiko seperti terbakar, terendam air, dan tertimpa bencana alam. Jika tertimpa resiko yang demikian maka nilainya akan berkurang bahkan habis namun beda dengan emas selama masih ada walaupun terbakar, terrendam, lumer, dan hancur berantakkan tetap saja nilainya tidak akan jatuh terlalu jauh. Sebagai contoh saat terjadinya bencana gempa bumi tahun 2009 di Sumatera Barat, banyak sekali masyarakat di sana yang cepat pulih secara finansial, hal itu di sebabkan masyarakat Sumatera Barat mempunyai tradisi menabung emas, walaupun rumah mereka hancur emas mereka bisa di selamatkan dan di jadikan modal untuk menjalani kehidupan selanjutnya
  7. Resiko Rendah : Tidak ada biaya penyusutan pada emas
  8. Bebas Pajak dan Administrasi : Jika properti, kendaraan , obligasi, saham, bunga bank di kenakan bermacam – macam pajak dan biaya administrasi rutin. semakin banyak asset kita maka semakin besar yang harus kita keluarkan. namun itu tidak berlaku buat emas tapi ingat kalau anda muslim jika emas sudah memasukki masa nisabnya harus dikeluarkan 2 1/2 % karena dalam prinsipnya dalam harga kita terdapat hak orang lain tapi tak seberapa besar jika di bandingkan dengan biaya pajak dan administrasi,

Terminologi Karat

350px-Ag-Au-Cu-colours-english.svg Istilah karat merupakan satuan untuk mengukur kadar kemurnian dari logam tersebut, satu karat setara dengan massa emas murni dalam satu material dibagi dengan massa dari materil tersebut, emas 24 karat setara dengan 99% emas, bukan 100% mengapa ? karena tidak ada material yang sempurna. Emas 18 karat sama dengan 75% emas, 12 karat setara dengan 50% emas. Cara mudahnya emas 22 kara adalah 22 bagian emas, 2 bagian bukan emas, begitu pula dengan 18 bagian emas 6 bukan emas.

Pada umumnya satuan untuk menghitung berat suatu emas kita menggunakan  satuan gram namun untuk ukuran pasar dunia ini tidak berlaku, emas di perdagangkan dalam satuan Troy , nilai 1 Troy adalah 31,103468 gram

Harga emas per Januari 2011 : USD 1310.43/troy
harga 1 gram emas 28 Januari 2011 : Rp. 407.500,00
Berarti harga emasnya : 31.1 * Rp. 407.500 =  Rp. 12.673.250

Nama Emas

Adapun nama emas berdasarkan jenis logam campurannya sebagai berikut

Blue Gold : Emas dengan campuran besi
Green Gold : Emas dengan campuran lebih banyak perak daripada tembaga
Pink Gold (Rose Gold) : Campuran 50% emas, 45% tembaga dan 5% perak
White Gold : Emas dengan campuran nikel, seng, tembaga, timah, dan mangan
Yellow Gold : Campuran 50% emas, 25% perak, dan 25% tembaga

Emas adalah “Heaven’s Currency” atau Mata Uang dari Surga

gold_bullion Apakah anda mengira emas adalah sebuah ‘komoditas main – main’ dan dihadirkan di dunia ini hanya untuk keperluan yang sempit semisal perhiasan yang digunakan kaum perempuan ? sesungguhnya tidak demikian, Ibnu Khaldun dalam buku Muqoddimah menulis, bahwa Alloh menciptakan dua logam mulia itu untuk menjadi alat pengukur harga/nilai bagi segala sesuatu, terutama karena hanya sedikit saja logam mulia yang bisa menyimpan perwakilan nilai transaksi yang sangat besar. Masyarakat kuno sudah menggunakan emas, perak, dan tembaga untuk transaksi ekonomi, emas dan perak dipilih karena kelangkaannya dan warnanya yang indah, emas adalah uang sepanjang zaman. Jumlah cadangan emas di perut bumi bertambah seiring pertamabahan jumlah populasi manusia, yaitu sekitar 1,5% saja per tahun, jadi emas akan selalu cukup namun selalu langka. Emas adalah komoditi yang spesial dan unik, emas digali dari perut bumi dan terakumulasi di permukaan bumi, emas tidak dikonsumsi sehingga jumlahnya tidak pernah berkurang bahkan bertambah (kecuali di sembunyi oleh orang – orang [lembaga] tertentu yang menginginkan emas hilang dan digantikan oleh uang kertas dan kertas – kertas yang di  beri cap berharga) . Meskipun demikian emas selalu menjadi barang langka karena seluruh emas yang ada di permukaan bumi saat ini diperkiraan hanya berkisar antara 150000 ton – 160000 ton saja.