Selain orang yang taat beribadah, Rasulullah Saw dan para sahabat adalah para pengusaha sukses, contohnya Umar bin Khatab yang dikenal zuhud dan berwibawa sebenarnya bukanlah orang miskin, ia mempunyai banyak asset yang cukup untuk membiayainya hidup mewah, hanya saja Umar memiliih zuhud dan menyumbangkan kekayaannya untuk kesejahteraan umat. Kekayaan Umar mencakup 70.000 aset property (ladang pertanian) senilai @ Rp. 160 juta (total Rp. 11,2 trilliun), serta pendapatan per bulan dari propertynya bisa mencapai Rp. 2,8 trilliun/tahun atau 233 milliar/bulan

Utsman bin ‘Affan ra juga merupakan salah satu sahabat yang dijamin masuk surga yang kaya raya, menantu Rasulullah Saw ini mempunyai simpanan mencapai 151 ribu dinar (pada hari 19/01/2011 @ Dinar 1720000) atau senilai 25.9720.000.000 plus 1000 dirham atau Rp. , Utsman juga mewariskan property sepanjang wilayah Aris dan Khaibar dan beberapa senilai 200 dinar atau Rp. 34.400.000.0000

Zubair bin Awwam juga merupakan salah satu sahabat yang dijamin masuk surga, kekayaaan Zubair bin Awwam menjadi 50 ribu dinar Rp. 86.000.000.000, 1000 ekor kuda perang ( kuda perang minimal @ Rp. 50 juta) atau senilai Rp. 50.000.000.000, ingat kuda pilihan saat ini satu ekornnya bisa mencapai milliar rupiah, Zubair juga membebaskan 1000 budak.

Sa’ad bin Abi Waqqash salah satu sahabat yang dijamin masuk surga, juga mempunyai harta yang banyak dari hasil usahanya sampai – sampai emas menggunung di rumhanya. Menjelang wafatnya ia ingin menyumbangkan seluruh hartanya tapi Rasulullah memerintahkan untuk menyisakan untuk keluarganya. “Wahai Rasulullah seperti yang engkau tahu sakitku betul – betul parah, saya ini mempunyai banyak harta dan tidak ada anakku yang mewarisinya kecuali anak perempuanku. Apakah saya harus mensedekahkan dua pertiga hargaku? “ Rasul menjawab; “Tidak”, Sa’ad bertanya; “Saya sedekahkan setengahnya”, Rasul menjawab “Tidak”; Sa’ad bertanya “Sepertiganya”; Rasul menjawab; “Wahai Sa’ad sepertiganya itu banyak, sesungguhnya kamu tinggalkan keturunanmu menjadi kaya lebih baik daripada menjadi miskin sehingga harus meminta – minta kepada manusia lain, kamu bukanlah orang munafik melainkan orang yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh seingga Alloh berikan balasan. Seperti kamu memberikan sesuap nasi untuk istri pun itu kelak akan diberikan balasan.” (HR Bukhori).

Di antara semua sahabat, Abdurrahman bin Auf adalah yang terkaya, beliau seorang pengusaha yang mengendalikan  hartanya, bukan harta yang menggendalikannya. seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari ridho Alloh semata, keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan untuk keluarga, sanak saudara, kesejahteraan kaum muslimin, dan perjuangan di jalan Allah.