Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. 

Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadikoffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini. 

Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta.Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.[rujukan?] Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes,batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

 

Sejarah

Garis Waktu

Sejarah penemuan kopi telah dimulai ribuan tahun lalu. Berikut sejarahnya secara singkat:clip_image003

clip_image004

Kafe Royal, salah satu kedai kopi pertama di London.

clip_image005

clip_image004[1]

Nescafe, dikomersialkan pertama kali pada tahun 1938 di Swiss.

§ 1690: Bangsa Belanda mulai mendistribusikan dan membudidayakan biji kopi secara komersial diCeylon dan Jawa.

§ 1714: Gabriel Mathieu do Clieu berhasil mencuri biji kopi dari suguhan bangsawan Belanda kepada RajaPerancis Louis XIV dan menanamnya di Martinik yang merupakan sumber dari 90% jenis tanaman kopi di dunia saat ini.

§ 1721: Kedai kopi pertama di Berlin dibuka.

§ 1727: Era industri kopi di Brazil dimulai dan hal ini dipelopori oleh Letnan Kolonel Francisco de Melo Palheta.

§ 1775: Sang Frederick dari Prusia memblok semua import kopi hijau yang kemudian dengan segera dikecam oleh masyarakatnya.

§ 1900: Perusahaan Hill Bros. mengomersialkan minuman kopi kalengan.

§ 1901: Satori Kato berhasil memproduksi minuman kopi cepat saji.

§ 1903: Ludwig Roselius, seorang keturunan German berhasil memisahkan kafein dari biji kopi dan menjual produknya dengan nama Sanka di Amerika Serikat.

§ 1920: Penjualan kopi di Amerika Serikat meningkat tajam.

§ 1938: Perusahaan Nestle mengkomersilkan produk kopinya yang bernama Nescafe di Swiss.

§ 1946: Achilles Gaggia berhasil membuat kopi mokacino untuk pertama kalinya.[9]

[sunting]Bermula di Afrika

Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM.[10] Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia, yang mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.[11]Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika penggembala bernama Khalid mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam setelah memakan sejenis beri-berian.[rujukan?] Ia pun mencoba memasak dan memakannya.[10] Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunkan metode konvensional.[rujukan?] Barulah beberapa ratus tahun kemudian biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.[11]

[sunting]Kopi di Arab

Bangsa Arab yang memiliki peradaban yang lebih maju daripada bangsa Afrika saat itu, tidak hanya memasak biji kopi, tetapi juga direbus untuk diambil sarinya.[11] Pada abad ke-13, umat Muslim banyak mengkonsumsi minuman kopi ini agar para pemuja tetap terjaga.[rujukan?] Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerahAfrika Utara, Mediterania, dan India.[11]

Pada masa ini, belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu.[10] Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopi tidak memungkinkan.[rujukan?] Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari Mekah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab.[10]

clip_image006

clip_image004[2]

Venesia, kota perdagangan kopi di era awal masuknya kopi di Eropa.

[sunting]Kopi mencapai pasar Eropa

Biji kopi dibawa masuk pertama kali ke Eropa secara resmi pada tahun 1615 oleh seorang saudagar Venesia.[11] Ia mendapatkan pasokan biji kopi dari orang Turki, namun jumlah ini tidaklah mencukupi kebutuhan pasar.[rujukan?] Oleh kerena itu, bangsa Eropa mulai membudidayakannya.[11] Bangsa Belanda adalah salah satu negara Eropa pertama yang berhasil membudidayakannya pada tahun 1616.[rujukan?] Kemudian pada tahun 1690, biji kopi dibawa kePulau Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran.[rujukan?] Pada saat itu, Indonesia masih merupakan negara jajahan Kolonial Belanda.[11]

[sunting]Martinik

Pada sekitar tahun 1714-an, Raja Perancis Louis XIV menerima sumbangan pohon kopi dari bangsa Belanda sebagai pelengkap koleksinya di Kebun Botani Royal Paris, Jardin des Plantes.[11] Pada saat yang sama, serorang angkatan laut bernama Gabriel Mathieu di Clieu ingin membawa sebagian dari pohon tersebut untuk dibawa ke Martinique.[rujukan?] Akan tetapi, hal tersebut ditolak oleh Louis XIV dan sebagai balasannya, ia memimpin sejumlah pasukan untuk menyelinap masuk ke dalam Jardin des Plantes untuk mencuri tanaman kopi.[12]

Keberhasilan Gabriel Mathieu di Clieu membawa tanaman kopi ke Martinik merupakan suatu pencapaian yang sangat besar.[12] Hal ini dikarenakan budidaya tanaman kopi di sana cukup baik.[rujukan?] Hanya dalam kurun waktu 50 tahun, telah terdapat kurang lebih 18 juta pohon kopi dengan varietas yang beragam.[rujukan?] Progeni inilah yang menjadi salah satu sumber dari kekayaan jenis kopi di dunia.[12]

[sunting]Bunga kopi untuk Brazil

Pada tahun 1727, pemerintah Brazil berinisiatif untuk menurunkan harga pasaran kopi di daerahnya, karena pada saat itu kopi masih dijual dengan harga tinggi dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan elit.[11] Oleh karena itu, pemerintah Brazil mengirimkan agen khusus, Letnan Kolonel Francisco de Melo Palheta, untuk menyelinap masuk ke Perancis dan membawa pulang beberapa bibit kopi.[rujukan?]Perkebunan kopi di Perancis memiliki penjagaan yang sangat ketat sehingga hal tersebut tidak memungkinkan.[11] Palheta pun mencari jalan lain dengan cara mendekati istri gubernur.[rujukan?] Sebagai hasil kerja kerasnya, ia membawa pulang sebuah buket berisi banyak bunga kopi yang diberikan oleh istri gubernur seusai jamuan makan malam.[rujukan?] Dari pucuk-pucuk inilah bangsa Brazil berhasil membudidayakan kopi dalam skala yang sangat besar sehingga bisa dikonsumsi oleh semua orang.[11]

[sunting]Biji kopi

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) danrobusta (Coffea robusta).[4] Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.[rujukan?]

clip_image007

clip_image004[3]

Biji kopi arbika, jenis kopi dengan cita rasa terbaik.

[sunting]Biji kopi arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik.[4] Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini.[rujukan?] Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, danIndonesia.[13] Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis.[13] Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut.[rujukan?] Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik.[rujukan?] Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.[13]

clip_image008

clip_image004[4]

Biji kopi robusta, jenis kopi kelas 2.

[sunting]Biji kopi robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898.[13] Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak.[rujukan?] Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu.[4] Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut.[rujukan?]Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit.[rujukan?] Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah.[rujukan?] Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.[13]

clip_image009

clip_image004[5]

Biji kopi luwak hasil fermentasi alami di perut hewan luwak.

[sunting]Kopi luwak

Jenis kopi yang lain merupakan turunan atau subvarietas dari kopi arabika dan robusta.[rujukan?] Biasanya disetiap daerah penghasil kopi memiliki keunikannya masing-masing dan menjadikannya sebagai suatu subvarietas.[rujukan?] Salah satu jenis kopi lain yang terkenal adalah kopi luwak asli Indonesia.[14]

Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia.[13] Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini.[rujukan?] Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika.[rujukan?] Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau sejenis musang.[4]Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini.[14] Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama kotorannya.[rujukan?] Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat olehbakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.[14]

[sunting]Jenis-jenis minuman kopi

Minuman kopi yang ada saat ini sangatlah beragam jenisnya.[rujukan?] Masing-masing jenis kopi yang ada memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik.[rujukan?] Berikut ini adalah beberapa contoh minuman kopi yang umum dijumpai:[15][16]

clip_image010

clip_image004[6]

Cappuccino.

clip_image011

clip_image004[7]

Macchiato.

clip_image012

clip_image004[8]

Kopi tubruk.

clip_image013

clip_image004[9]

Irish coffee.

§ Kopi hitam, merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun.[15]

§ Espresso, merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi.[16]

§ Latte (coffee latte), merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi 3:1.[16]

§ Café au lait, serupa dengan caffe latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.[15]

§ Caffè macchiato, merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu 4:1.[16]

§ Cappuccino, merupakan kopi dengan penambahan susu, krim, dan serpihan cokelat.[16]

§ Dry cappuccino, merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu.[15]

§ Frappé, merupakan espresso yang disajikan dingin.[15]

§ Kopi instan, berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.[16]

§ Kopi Irlandia (irish coffee), merupakan kopi yang dicampur dengan wiski.[15]

§ Kopi tubruk, kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula.[15]

§ Melya, sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.[15]

§ Kopi moka, serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.[16]

§ Oleng, kopi khas Thailand yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan wijen.[15]

[sunting]Pembuatan minuman kopi

Kopi akan menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang dari biji kopi untuk menjadi minuman kopi.[16] Berbagai metode pengolahan biji kopi telah dicoba untuk menghasilkan minuman kopi terbaik.[rujukan?] Dalam hal ini, proses penanaman juga turut berperan dalam menciptakan cita rasa kopi yang baik.[16]

clip_image014

clip_image004[10]

Biji kopi siap panen dan bungan putihnya.

[sunting]Pemanenan dan pemisahan cangkang

Tanaman kopi selalu berdaun hijau sepanjang tahun dan berbunga putih.[3] Bunga ini kemudian akan menghasilkan buah yang mirip dengan ceri terbungkus dengan cangkang yang keras.[3] Hasil dari pembuahan di bunga inilah yang disebut dengan biji kopi.[rujukan?] Pemanenan biji kopi biasanya dilakukan secara manual dengan tangan.[rujukan?] Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah dipanen ini akan dipisahkan cangkangnya.[16] Terdapat dua metode yang umum dipakai, yaitu dengan pengeringan dan penggilingan dengan mesin.[rujukan?] Pada kondisi daerah yang kering biasanya digunakan metode pengeringan langsung di bawah sinar matahari.[16] Setelah kering maka cangkang biji kopi akan lebih mudah untuk dilepaskan.[rujukan?] Di Indonesia, biji kopi dikeringkan hingga kadar air tersisa hanya 30-35% [17] Metode lainnya adalah dengan menggunkan mesin.[rujukan?] Sebelum digiling, biji kopi biasanya dicuci terlebih dahulu.[rujukan?] Saat digiling dalam mesin, biji kopi juga mengalami fermentasi singkat.[16] Metode penggilingan ini cenderung memberikan hasil yang lebih baik dari pada metode pengeringan langsung.[16]

[sunting]Pemanggangan

Setelah dipisahkan dari cangkangnya, biji kopi telah siap untuk masuk ke dalam proses pemanggangan.[16] Proses ini secara langsung dapat meningatkan cita rasa dan warna dari biji kopi. Secara fisik, perubahan biji kopi terlihat dari pengeringan biji dan penurunan bobot secara keseluruhan.[16] Pori-pori di sekeliling permukaan biji pun akan terlihat lebih jelas.[rujukan?] Warna cokelat dari biji kopi juga akan terlihat memekat.[16]

[sunting]Penggilingan

Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah kering digiling untuk memperbesar luas permukaan biji kopi[16]. Dengan bertambah luasnya permukaan maka ekstraksi akan menjadi lebih efisien dan cepat.[rujukan?] Penggilingan yang baik akan menghasilkan rasa, aroma, dan penampilan yang baik.[3] Hasil penggilingan ini harus segera dimasukkan dalam wadah kedap udara agar tidak terjadi perubahan cita rasa kopi.[3]

clip_image015

clip_image004[11]

Pot vakum, salah satu alat yang dapat digunakan untuk merebus biji kopi.

[sunting]Seni perebusan

Perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi.[rujukan?] Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi harus dilakukan dengan baik dan sempurna.[3] Terdapat banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain komposisi biji kopi dan air,ukuran partikel, suhu air yang dipakai, metode, dan waktu perebusan.[3] Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan cita rasa.{[fact}} Sebagai contoh, perebusan yang terlalu lama biasanya akan menimbulkan rasa kopi yang terlalu pahit.[3] Oleh karena itu, bukanlah hal yang mudah untuk menyajikan kopi yang baik.[3]

[sunting]Dekafeinasi

Dekafeinasi atau penghilangan kafein termasuk ke dalam metode tambahan dari keseluruhan proses pengolahan kopi.[16] Dekafeinasi banyak digunakan untuk mengurangi kadar kafein di dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit.[rujukan?] Selain itu, dekafeinasi juga digunakan untuk menekan efek samping dari aktivitas kafein di dalam tubuh.[18] Kopi terdekafeinasi sering dikonsumsi oleh pecandu kopi agar tidak terjadi akumulasi kafein yang berlebihan di dalam tubuh[18]. Proses dekafeinasi dapat dilakukan dengan melarutkan kafein dalam senyawa metilen klorida dan etil asetat.[16]

[sunting]Kafein

clip_image017

Bagian ini mungkin melenceng dari topik artikel ini ke topik artikel lain, Kafeina. Tolong bantu perbaiki bagian ini atau diskusikan di halaman pembicaraannya.

Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi.[19] Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloiddari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit.[20] Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam tubuh.[rujukan?] Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi.[21] Efeknya ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah mengkonsumsi kopi.[20] Kafein tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi juga terdapat pada daun teh dan bijicokelat.[20][18]

clip_image019

clip_image004[12]

Struktur molekul kafein.

clip_image020

clip_image004[13]

Teh, minuman dengan kadarkafein sedang.

Kandungan kafein dalam berbagai sumber minuman

Sumber

Kandungan Kafein

Secangkir kopi

85 mg

Secangkir teh

35 mg

Minuman berkarbonasi

35 mg

Minuman berenergi

50 mg

Jenis Kopi

Kadar

Kopi instan

2,8 – 5,0%

Kopi moka

1,00%

Kopi robusta

1,48%

Kopi arabika

1.10 %

Batas aman konsumsi kafein yang masuk ke dalam tubuh perharinya adalah 100-150 mg.[19] Dengan jumlah ini, tubuh sudah mengalami peningkatan aktivitas yang cukup untuk membuatnya tetap terjaga.[19]

Selama proses pembutan kopi, banyak kafein yang hilang karena rusak ataupun larut dalam air perebusan.[19] Di samping itu, pada beberapa kasus pengurangan kadar kafein justru dilakukan untuk disesuaikan dengan tingkat kesukaan konsumen terhadap rasa pahit dari kopi.[rujukan?] Metode yang umum dipakai untuk hal ini adalah Swiss Water Process.[22] Prinsip kerjanya adalah dengan menggunakan uap air panas dan uap untuk mengekstraksi kafein dari dalam biji kopi.[22] Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan pada era ini juga telah memungkinkan implementasi bioteknologi dalam proses pengurangan kadar kafein.[rujukan?] Cara ini dilakukan dengan menggunakan senyawa theophylline yang dilekatkan pada bakteri untuk menghancurkan struktur kafein.[19]

[sunting]Peranan dalam tubuh

Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia.[rujukan?] Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali.[rujukan?] Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein.[23] Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2).[rujukan?] Terdapat 2 tipe enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-1.[24] Orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan secara nyata.[rujukan?] Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif.[24][23][25]

clip_image021

clip_image004[14]

Kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding.

Banyak isu yang berkembang mengenai efek negatif meminum kopi bagi tubuh, seperti meningkatnya risiko terkena kanker, diabetes melitus tipe 2, insomnia, penyakit jantung, dan kehilangan konsentrasi.[26] Beberapa penelitian justru menyingkapkan hal sebaliknya. Kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi ternyata mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap.[26] Selain itu, kafein mampu menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin.[21] Kafein dalam kopi juga telah terbukti mampu mencegah penyakit serangan jantung.[26][27] Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi walau tidak signifikan.[27][28] Di bidang olahraga, kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkanglikogen (gula cadangan dalam tubuh).[29]

Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak.[30] Adanya antioksidan dapat membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun.[27]Beberapa contoh senyawa antioksidan yang terdapat di dalam kopi adalah polifenol, flavonoid, proantosianidin, kumarin, asam klorogenat, dan tokoferol.[31] Dengan perebusan, aktivitas antioksidan ini dapat ditingkatkan.[30]

 

 

TIPS MENYEDUH KOPI

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk menyiapkan secangkir kopi. Namun ada beberapa hal dasar sebagai langkah awal: kopi nikmat berasal dari kopi yang segar. Jika Anda memiliki biji kopi utuh, sebaiknya biji kopi baru digiling sesaat sebelum Anda menyeduhnya. Jagalah kesegaran biji kopi maupun kopi bubuk Anda dalam kemasan kedap udara.

 

Ketika menyeduh kopi, didihkan air dari air dingin berkualitas. Karena saat menyeduh kopi lebih dari 98% bagiannya adalah air, kualitas air sangatlah berpengaruh pada rasa yang dihasilkan. Jika kualitas air kran tidak memungkinkan, gunakan air dalam kemasan atau yang telah disaring.

 

Perbandingan air dan kopi pun sangatlah penting. Kami sarankan Anda menakar satu sendok makan penuh atau 7gr untuk setiap cangkir atau 180 ml air. Jika kopi Anda terasa terlalu kuat, tambahkan air panas sedikit demi sedikit. Jumlah air yang terlalu sedikit akan membuat kopi over-extraction dan menimbulkan rasa pahit.

 

Periksa suhu air pada mesin pembuat kopi Anda. Suhu ideal air adalah 98° C. Jika Anda menggunakan French Press atau Plunger, air sebaiknya dipanaskan dengan pemanas air dan dituang sesaat setelah mendidih. Jangan tuang air yang tengah mendidih ke atas bubuk kopi.

 

Untuk memperoleh rasa dan aroma terbaik, sajikan kopi segera setelah diseduh (kopi akan bertahan selama 20 menit dalam pemanas). Kami sarankan untuk memindahkan kopi segar Anda ke dalam termos untuk kesegaran yang lebih lama.

 

Jangan lupa memelihara kebersihan pembuat kopi Anda. Mesin pembuat kopi yang bersih merupakan modal utama untuk membuat secangkir kopi nikmat. Bersihkan secara teratur dengan deterjen lembut atau baking soda untuk mengangkat kotoran, lapisan serta minyak.

 

Tipe Penikmat Kopi Seperti Apakah Anda?

clip_image001

SHUTTERSTOCK

Tipe adventurer cenderung lebih aktif menanyakan detail pilihan kopi yang ditawarkan barista.

Artikel Terkait:

· Yang Digemari dari Kedai Kopi

· 6 Pertanyaan tentang Kopi

· Pilihan Kopi Menunjukkan Karakter Anda

· 6 Cara Mengurangi Kegemaran Ngopi

· GramediaShop : Ghost Tales 06

· GramediaShop : Kehidupan Di Kota

Kamis, 20/1/2011 | 08:22 WIB

KOMPAS.com – Karakter Anda bisa dikenali dari pilihan menu yang Anda pesan di kedai kopi. Apakah Anda cenderung konvensional, adventurer, atau mainstream.

"Kebanyakan orang kita (Indonesia -RED) selalu memesan cappuccino saat datang ke kedai kopi. Namun belakangan mulai banyak yang adventurer, berani mencoba berbagai rasa dan racikan kopi," ungkap Iwan Sulaiman, Business Manager PT Trans Coffee (pewaralaba The Coffee Bean & Tea Leaf Indonesia), di gerai Coffee Bean & Tea Leaf, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (19/1/2011) lalu.

Tipe mainstream
Kebanyakan orang tipe ini memesan cappuccino, cafe latte, atau caramel latte, saat memesan kopi. Menurut Iwan, dari pengalamannya mengamati pelanggan di kedai kopi, orang tipe ini cenderung tak ingin mencoba berbagai pilihan menu yang tersedia. Dengan kata lain, penikmat kopi tipe ini cenderung memesan menu yang sama, yang dianggap lebih umum dari segi rasa.

"Meski barista menawarkan berbagai pilihan, biasanya kebanyakan orang gengsi bertanya tentang pilihan menu kopi yang berbeda dari biasanya," katanya.

Tipe adventurer
Penikmat kopi dengan tipe ini cenderung lebih aktif menanyakan detail pilihan kopi yang ditawarkan barista. Sudah menjadi kewajiban barista untuk menjelaskan menu kopi baru atau pilihan menu kopi yang ada di kedai, kata Iwan.

Tipe adventurer cenderung lebih senang mencoba hal baru. Termasuk berbagai racikan kopi yang ditawarkan di kedai yang didatanginya. Pada akhirnya orang dengan tipe ini cenderung lebih kaya pengalaman dalam menikmati kopi. Penikmat kopi yang senang berpetualang rasa kopi ini semakin bertambah jumlahnya sejak setahun belakangan. Apalagi kini kedai kopi semakin sering menawarkan pilihan menu.

Tipe konvensional
Orang dengan tipe ini cenderung konsisten dengan pilihannya. Meski sering datang ke kedai kopi, dan ditawarkan berbagai varian menu kopi, tetap saja yang dipilihnya kopi hitam. "Para ekspatriat cenderung memilih black coffee. Sementara orang kita lebih menggemari kopi yang dicampur susu atau cappuccino," jelas Iwan.

Sementara itu, pilihan minuman lain di kedai kopi juga kerapkali menjadi pilihan. Selain kopi, konsumen cenderung lebih sering memesan cokelat panas dan teh sebagai pilihan terakhirnya. Bagaimana dengan Anda, apa menu favorit yang sering dipesan saat singgah ke kedai kopi?

Yang Digemari dari Kedai Kopi

clip_image002

SHUTTERSTOCK

Banyak kalangan profesional kini memilih mengadakan pertemuan bisnis di kedai kopi.

Artikel Terkait:

· Yang Harus Dikuasai Pemilik Kedai Kopi

· Perjalanan Panjang Kedai Kopi Lokal

· Ragam Jenis Penyajian Kopi

· GramediaShop : Aku Bisa Terbang

· GramediaShop : Tiga Venus

Kamis, 20/1/2011 | 08:06 WIB

KOMPAS.com – Kedai kopi identik dengan tempat kumpul bareng teman, menikmati waktu senggang, atau membunuh waktu sambil menyeruput kopi atau teh, sambil menunggu jalan raya lebih lengang. Oleh sebab itu, banyak kedai kopi yang menawarkan kenyamanan agar pelanggan betah berlama-lama.

"Suasana yang nyaman, produk yang berkualitas, musik yang tenang, pelayanan yang ramah, penerangan yang cukup bikin pelanggan betah. Apalagi jika tersedia fasilitas free wifi," jelas Iwan Sulaiman, Business Manager PT Trans Coffee (pewaralaba The Coffee Bean & Tea Leaf Indonesia), kepadaKompas Female, Rabu (19/1/2011) lalu.

Bukan sekadar tempat ngemil
Kedai kopi yang nyaman dan berhasil menarik pelanggan, nyatanya juga bukan sekadar tempat makan makanan ringan. Umumnya kopi ditemani dengan muffin atau cake. Tetapi kini, kedai kopi juga memanfaatkan peluang lain.

Lantaran pelanggan senang berlama-lama, maka disediakanlah pilihan menu yang lebih mengenyangkan, seperti salad dengan irisan ayam atau salmon. Juga lasagna yang bisa menjadi pilihan makan siang. Bahkan menu sarapan seperti sandwich dan telur dadar juga tersedia. Berbagai makanan ini memang masih tepat disajikan bareng kopi, teh, atau cokelat panas. Jadi, jangan heran jika kedai kopi di gedung perkantoran sudah buka lebih pagi. Menu lengkap dan kenyamanan kedai kopi juga membuat titik kumpul ini selalu ramai pengunjung setiap harinya.

Tempat rapat favorit
Kedai kopi juga banyak dipilih profesional untuk mengadakan pertemuan bisnis atau pekerjaan kantor. Lagi-lagi, akses internet dan kenyamanan, didukung oleh pilihan menu yang beragam membuat kedai kopi selalu menjadi pilihan tempat bertemu. Bersiaplah antri jika datang pada waktu tea time, karena biasanya kedai kopi dipenuhi pelanggan.

"Meski tea time belum menjadi kebiasaan, pelanggan cenderung ramai datang pada pukul 14.00 – 17.00," aku Swasti Atika, Marketing Manager PT Trans Coffee kepada Kompas Female.

Tea time memang belum menjadi gaya hidup, seperti halnya masyarakat di Vietnam, kata perempuan yang akrab disapa Tika ini. Karena itu juga lah, tak ada waktu pasti bagi konsumen Indonesia untuk kumpul bersama menikmati teh.

"Bahkan malam sekitar pukul 19.00 – 21.00, kedai kopi juga dipenuhi pelanggan. Banyak yang menikmati kopi atau teh saat menjelang malam," tambahnya.

Apakah Anda termasuk pengunjung setia kedai kopi? Hal apa yang paling Anda gemari dari kedai kopi? Boleh jadi jawaban Anda serupa dengan pengalaman Iwan dan Tika, dalam mengamati pelanggannya.

6 Pertanyaan tentang Kopi

clip_image003[4]

SHUTTERSTOCK

Sedikit kopi juga membantu meningkatkan energi, dan membantu Anda menjalankan tugas-tugas harian dengan lebih mudah.

Artikel Terkait:

· Mending Kopi Instan atau Kopi Tubruk?

· Lenyapkan Selulit dengan Kopi

· Pilihan Kopi Menunjukkan Karakter Anda

· 3 Langkah Mencicipi Kopi

· 6 Cara Mengurangi Kegemaran Ngopi

· GramediaShop : The Prince Of Tennis 35

· GramediaShop : Historical Romance

Senin, 22/11/2010 | 18:04 WIB

KOMPAS.com – Kopi memang nikmat, dan manfaat kesehatannya sudah terbukti. Namun di sisi lain, cara mengonsumsi yang tidak benar juga bisa memberikan pengaruh yang buruk. Repotnya, banyak orang yang belum tahu berapa banyak sebenarnya kopi yang aman untuk diminum, atau perlukah mengonsumsi kopi non kafein (decaf).

Untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar kopi, pakar diet Stephanie Clarke dan Willow Jarosh, pendiri C&J Nutrition, membeberkannya untuk Anda.
1. Apakah kopi decaf benar-benar tak mengandung kafein?
Ternyata, tidak 100 persen bebas kafein. Kopi decaf tetap mengandung kafein, meskipun jumlahnya sangat sedikit. Jika kopi generik yang biasa mengandung sekitar 135 mg kafein per 236 ml, maka kopi decaf yang generik hanya mengandung sekitar 5 mg kafein. Karena itu, kopi jenis ini tidak memberi pengaruh kafein untuk kebanyakan orang.

2. Apakah kopi dalam cangkir kecil lebih sehat daripada ukuran reguler?
Untuk masalah kesehatan sih, keduanya boleh-boleh saja. Kebanyakan pengolah kopi saat ini menggunakan metode yang aman untuk men-decaf kopi, dan tidak lagi menggunakan bahan kimia yang berbahaya seperti methylene chloride. Namun jika Anda tidak tahan kafein, setelah pukul 15.00, Anda lebih baik menikmati kopi decaf atau yang setengah kafein, karena kafein bisa membuat Anda sulit tidur malamnya. Jika dikonsumsi lebih pagi, kafein justru bermanfaat untuk mendongkrak energi dan ketajaman otak.
3. Berapa banyak kopi yang aman dikonsumsi tiap hari?
Penelitian menunjukkan bahwa untuk orang yang sehat, jumlah kafein dalam tiga cangkir kopi sehari (sekitar 300 – 400 mg) masih tergolong aman. Jumlah tersebut hanya memberikan risiko kesehatan yang kecil. Bukti-bukti justru menunjukkan manfaat kesehatannya untuk Anda.
4. Apa manfaat kesehatan dari kopi?
Mungkin Anda sudah sering mendengar sebelumnya, bahwa kafein mampu menurunkan risiko penyakit Parkinson. Kopi apapun -decaf maupun reguler- bisa mengendalikan risiko diabetes. Studi lainnya juga mengaitkan konsumsi kopi dengan menurunnya risiko kanker usus, mulut, tenggorokan, kerongkongan, dan endometrium.

Para ahli menduga, beberapa manfaat kesehatan ini dihasilkan oleh senyawa antioksidan dalam kopi yang disebutphenol. Salah satunya, chlorogenic acid, diyakini mampu memainkan peran dalam mencegah diabetes dan penyakit Parkinson. Sedikit kopi juga membantu meningkatkan energi, dan membantu Anda menjalankan tugas-tugas harian (seperti membalas e-mail pada pagi hari, atau olahraga pagi) dengan lebih mudah.
5. Bagaimana bila minum terlalu banyak kopi?
Pada sebagian orang, terlalu banyak kafein bisa menyebabkan sulit tidur, ketegangan, lekas marah, detak jantung dan tekanan darah meningkat. Karena kafein merupakan stimulan, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau gangguan jantung, Anda perlu membatasi jumlah kafein hingga satu cangkir saja dalam sehari.
6. Amankah mengonsumsi kopi ketika hamil?
Jika Anda hamil, kafein dalam kopi kemungkinan akan meningkatkan risiko keguguran. Namun hal ini tidak terjadi pada semua wanita. Untuk amannya, kebanyakan ahli merekomendasikan untuk membatasi kopi hanya satu cangkir saja sehari, untuk ibu hamil yang sehat. Hindari kafein jika Anda memiliki masalah preeklamsia, yaitu tekanan darah tinggi yang terjadi selama kehamilan.

3 Langkah Mencicipi Kopi

clip_image004

clip_image006[4]clip_image008[4]

STARBUCKS INDONESIA

"Slurping-nya harus sampai bunyi, ya," ujar Sukri.

· GramediaShop : Holy Crystal Albatross 04

· GramediaShop : 6x Pengakuan Blakblakan

Minggu, 18/7/2010 | 23:04 WIB

KOMPAS.com – Salah satu jenis kopi yang baru hadir di Starbucks Indonesia awal Juli lalu adalah Tanzania Whole Bean Coffee. Kopi Tanzania berasal dari sebuah pertanian kecil di area Mbozi, kawasan Mbeya, sebelah selatan Tanzania, Afrika.

Kopi ini memiliki karakter eksotis dan tropikal, mewakili cita rasa kopi Afrika yang terkenal dengan aroma floral-nya. Terasa ada sedikit rasa black currant dan berry di dalamnya. Rasa asamnya tergolong sedang.

"Tekstur kopinya tidak terlalu berat, sehingga cocok untuk pemula," ujar Sukri, District Coffee Master dari Starbucks, saat memperkenalkan kopi Tanzania di Starbucks fx Plaza, Senayan, Kamis (15/7/2010) lalu.

Jika ingin ingin membandingkan kopi Tanzania dengan kopi Sumatra, misalnya, Anda bisa menganalogikannya dengan air biasa dengan air bersoda (sparkling water). Atau, low fat milk dengan whole milk. Jadi, boleh dikatakan kopi ini lebih ringan daripada kopi Sumatra.

Ketika mencicipi kopi, Anda sebenarnya sedang melakukan perbandingan dengan rasa kopi yang lain. Jika Anda hanya merasakan satu jenis kopi pada satu waktu, akan sulit untuk membandingkannya dengan yang lain. Tetapi jika Anda mencicipi dua atau tiga kopi, Anda bahkan bisa mencicipi aroma, keasaman, kepekatan, hingga cita rasanya.

Untuk mulai mencicipi lebih dari satu jenis kopi, sebaiknya Anda mencoba kopi yang lebih ringan lebih dulu. Berikut langkah-langkah mencicipi kopi:

1. Hirup aromanya. Aroma kopi akan menjadi petunjuk pertama mengenai bagaimana rasa kopi Anda. Bahkan, boleh dibilang sebagian besar indera pengecap Anda sebenarnya datang dari indera penciuman. Itu sebabnya mengapa aroma kopi bisa begitu wangi dan rasanya begitu memuaskan. Sebelumnya, pastikan tidak ada bau-bauan lain yang cukup tajam, sehingga mempengaruhi proses menghirup aroma kopi ini.

2. Seruput sedikit. Buat tarikan yang kuat dari bibir cangkir, dengan jumlah seruputan yang tidak terlalu banyak. Selain tidak akan membuat kopi terasa terlalu panas, slurping kopi seperti ini membuat kopi menyebar ke seluruh rongga mulut. "Slurping-nya harus sampai bunyi, ya," seru barista yang akrab disapa Uki ini.

Ketika Anda meminum kopi, biasanya ada rasa asam yang tertinggal. Dalam konteks kopi, hal ini tidak berarti kopi tersebut asam atau pahit. Keasaman kopi terasa menyengat di langit-langit, dari yang samar hingga yang tajam. Yang juga dapat Anda rasakan dari proses menyeruput ini adalah "ketebalan" minuman pada lidah Anda, dari ringan hingga pekat. Kopi Sumatra adalah contoh kopi yang pekat.

3. Nikmati kopinya. Pada tahap ini Anda bisa merasakan perpaduan dari aroma, keasaman, dan kepekatan kopi, sehingga menciptakan kesan kopi secara keseluruhan. Ketika menyesap jenis kopi tertentu, Anda mungkin akan menangkap cita rasa khusus yang tajam, misalnya sedikit rasa sitrus atau grapefruit. Namun, tidak berarti kopi tersebut "rasa grapefruit". Kopi tetaplah terasa seperti kopi. Itulah keunikannya.

Ada banyak cara untuk menggambarkan cita rasa kopi, dan ketika Anda makin mahir membedakan rasanya, kecintaan akan kopi pasti semakin kuat.

Pilihan Kopi Menunjukkan Karakter Anda

clip_image009[4]

SHUTTERSTOCK

Jenis minuman kopi yang Anda minum bisa menggambarkan pernyataan sosial Anda.

Artikel Terkait:

· 3 Langkah Mencicipi Kopi

· Agar Kopi Makin Mantap

· Begini Cara Menikmati Kopi!

· Berapa Jumlah Kalori dalam Kopi Favorit Anda?

· Kepribadian dan Kopi Favoritnya

· GramediaShop : Blue Smoke

· GramediaShop : Dulu Aku Tikus!

clip_image010

Rabu, 28/7/2010 | 17:07 WIB

KOMPAS.com — Boleh percaya atau tidak, tapi inilah analisis dari pakar dan pimpinan Smell and Taste Treatment and Research Foundation, Alan Hirsch. Kata Allan, jenis minuman kopi yang kita minum bisa mencerminkan kepribadian sekaligus menggambarkan pernyataan sosial yang bersangkutan. Allan membagi enam tipe kepribadian berdasarkan pilihan jenis kopi.

1. Cappuccino mencerminkan pribadi yang menyukai segala sesuatu yang bernilai estetika dan juga kepribadian yang ceria.

2. Kopi hitam menggambarkan pribadi yang ambisius, fokus, pekerja keras, dan senantiasa "diburu-buru" target yang ia tetapkan sendiri. Bicara asmara, peminum kopi hitam adalah tipe pragmatis sehingga butuh usaha ekstra keras untuk memunculkan sisi romantis mereka.

3. Espresso menunjukkan tipe individu yang suka memimpin atau sosok yang selalu perlu kekuatan untuk memompa rasa percaya dirinya. Mereka adalah pekerja keras yang tak lantas menyerah hanya karena pernah gagal. Dalam urusan percintaan, mereka adalah orang yang berpengalaman, selalu menarik di mata lawan jenis, tapi kesetiaannya agak diragukan.

4. Skim latte mewakili pribadi pengayom dan cinta damai.

5. Frappuccino memperlihatkan karakter petualang dan menikmati hidup. Mereka dipenuhi ambisi sehingga selalu berenergi dan optimis, malah tak segan untuk mempertaruhkan segalanya. Sayangnya mereka mudah sekali merasa bersalah karena terlalu membebani diri sendiri. Pasangan yang cocok bagi pecinta frappuccino adalah mereka yang lebih tangguh sehingga bisa mengingatkan dia kapan harus mengerem ambisinya.

6. Iced coffee mencerminkan sosok yang santai, spontan, dan humoris. Biasanya yang bersangkutan memiliki pergaulan luas.

6 Cara Mengurangi Kegemaran Ngopi

clip_image011[4]

SHINE

Coba ganti keinginan menikmati minuman panas dengan teh jahe.

Artikel Terkait:

· Siapa Bilang Kopi Bisa Menahan Kantuk?

· Kopi Pekat Lebih Aman untuk Perut

· Kopi Picu Wajah Berjerawat?

· Menebak Kepribadian dari Pilihan Kopi

· Begini Cara Menikmati Kopi!

· GramediaShop : Lipstick

· GramediaShop : Harlequin Koleksi Istimewa

Rabu, 9/6/2010 | 15:19 WIB

KOMPAS.com – Banyak di antara kita yang mungkin senang sekali ngopi, entah itu dengan kopi sachet-an untuk menghilangkan kantuk saat di kantor, atau ngopi di coffee shop saat bertemu teman-teman. Sayangnya, tak sedikit pula di antara kita yang diminta dokter untuk mengurangi kopi dengan berbagai alasan. Misalnya, menurunkan kadar gula, mengurangi risiko pertumbuhan tumor di payudara, maag, gangguan tidur, atau hamil.

Perintah dari dokter ini jelas akan berat untuk Anda yang mengaku tak bisa hidup tanpa kopi. Namun jangan katakan "tidak" dulu sebelum Anda mencobanya. Bagaimana pun juga, hal ini Anda lakukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan Anda. Agar Anda tidak merasa tersiksa, coba ikuti cara mengurangi kebiasaan ngopi berikut ini:
Kurangi 25 persen setiap minggu
Salah satu cara termudah untuk mulai mengurangi kopi adalah dengan menguranginya setahap demi setahap. Kathleen Zellman, RD, ahli gizi dan juru bicara American Dietetic Association, menyarankan untuk mengurangi sebesar 25 persen dulu sebagai permulaan. Pada minggu pertama, isi tiga perempat cangkir Anda dengan kopi biasa, dan sisanya dengan kopi decaf. Mengurangi kafein sebanyak 25 persen per minggu hingga sebulan juga akan mengurangi kemungkinan Anda mengalami sakit kepala. Minggu berikutnya, buat rasionya menjadi 50:50, dan seterusnya. Anda juga bisa mengurangi berapa cangkir kopi yang Anda minum per harinya untuk menjalankan program ini.

Cemilan sehat
Mengurangi kopi untuk alasan diabetik juga menjadi cara untuk menurunkan gula darah. Apakah Anda mengidap diabetes atau tidak, Anda bisa menjaga gula darah Anda tetap normal (setelah mengurangi kafein) dengan mengonsumsi cemilan sehat. Misalnya dengan ngemil setangkup kismis, yogurt dengan beberapa potong buah, atau segenggam almond. Jika Anda mengonsumsi kafein dari cokelat, ganti dengan cemilan sehat yang memuaskan keinginan Anda untuk makan yang manis-manis.
Banyak minum air putih
Kopi dan soda bersifat diuretik, sehingga menyebabkan dehidrasi. Minum air putih tidak hanya akan membantu mengisi kembali cadangan air dalam tubuh, tetapi juga menjadi alternatif sehat dari semua minuman berkafein yang mengandung gula. Air akan menghilangkan sakit kepala atau gejala lain akibat menghentikan asupan kafein.
Coba minuman decaf lain
Beberapa minuman decaf lain mungkin aman untuk dikonsumsi. Untuk itu Anda bisa mencoba mengonsumsi air bersoda, soda organik, atau minuman lain seperti teh herbal, smoothie, atau secangkir kecil jus. Perlu diingat, ketika Anda memesan jus atau smoothie, pastikan kedua tidak mengandung kalori yang tinggi dengan banyaknya gula atau susu kental manis yang Anda gunakan.
Mengganti dengan minuman panas lain
Buat teh panas dengan tambahan irisan jahe, madu, dan lemon. Minuman ini menjadi cara untuk memuaskan keinginan Anda menikmati minuman panas. Rasa hangat dari jahe, dan manisnya madu, akan menciptakan kombinasi yang pas. Selain itu juga akan mengatasi masalah pencernaan yang mungkin akan dialami setelah Anda mengubah pola makan Anda. Mengurangi kafein juga akan mengubah pola makan Anda, lho.
Tiduran
Tak ada cara lain untuk mengatasi kantuk (bila itu alasan Anda minum kopi), selain dengan tiduran sebentar. Karena berada di kantor, mungkin banyak di antara Anda yang tak mungkin tiduran di siang hari. Tetapi bila Anda memiliki ruangan sendiri, tutup saja pintunya, dan cobalah memejamkan mata barang 10 menit. Atau, lakukan meditasi atau peregangan untuk memulihkan tenaga Anda. Anda juga bisa mencoba memajukan jam tidur Anda tiap malam 30 menit lebih awal.

Begini Cara Menikmati Kopi!

clip_image003[5]

Shutter Stock

Bila sensitif terhadap kafein, pilihlah kopi decaff.

· GramediaShop : Perjalanan Ajaib Edward Tulane – The Miraculous Jorney Of Edward Tulane

· GramediaShop : The Hunger Games

Senin, 8/2/2010 | 17:20 WIB

KOMPAS.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Tidak heran bila minuman ini begitu populer di sini. Tetapi bagaimana sih, cara menikmati kopi agar tetap mendapatkan rasa dan aroma yang sama seperti saat kopi baru dibuat?

Berikut tips minum kopi dari Prof Dr Deddy Muchtadi, MS, dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA, Institut Pertanian Bogor, dalam peluncuran Nescafe Teknologi ERA di FX-Senayan, Senin (8/2/2010):
1. Selalu simpan kopi dalam keadaan kedap udara atau berada dalam bungkus aluminium foil. Karena kopi bersifat menyerap bau, maka rasa dan aromanya akan berubah sesuai dengan bau di sekeliling yang diserapnya.
2. Simpan dalam udara yang sejuk (jangan di lemari pendingin). Kopi yang melalui pembuatan tradisional atau kopi yang digiling dan ditumbuk secara tradisional hanya mampu mempertahankan aromanya hingga 3 hari.
3. Kopi dapat diminum dalam keadaan hangat atau dingin. Tetapi untuk mendapatkan aroma dan rasa kopi yang pas, seduh 100 gr bubuk kopi dengan 150 cc air bersuhu 90 derajat celcius. Hal ini berlaku untuk biang kopinya. Untuk mendapatkan kekentalan yang pas, silakan menambahkan air sesuai selera Anda.
4. Kopi boleh diminum dengan susu atau krim. Penambahan bahan lainnya tidak akan mengurangi manfaat kopi bagi tubuh.
5. Minumlah kopi secara moderat 2-3 cangkir per hari.
6. Mereka yang sensitif terhadap kafein bisa memilih decaffeinated (decaff) coffee, atau kopi tanpa kafein.
7. Mereka yang memiliki sakit maag tidak disarankan mengonsumsi kopi ketika perut masih kosong. Sebab kopi memiliki zat asam alami yang bisa mempengaruhi enzim di lambung.
8. Jangan minum kopi mendekati waktu tidur, karena efek kopi membuat orang tetap terjaga. Sebaiknya minum 5-6 jam sebelumnya.   

Siapa Bilang Kopi Bisa Menahan Kantuk?

clip_image003[6]

SHUTTERSTOCK

Anda baru siap bekerja setelah minum kopi? Ini hanya sugesti.

· GramediaShop : Sindikat Mungsret

· GramediaShop : Matinya Lord Edgware – Lord Edgware Dies

Kamis, 3/6/2010 | 19:04 WIB

KOMPAS.com – Sore hari ketika Anda mulai lemas, atau malam ketika Anda harus begadang, secangkir kopi mungkin akan Anda siapkan. Banyak pula orang yang merasa otaknya tidak bisa bekerja maksimal pada pagi hari bila belum menikmati secangkir kopi.
Namun, para peneliti mengatakan, pengaruh kopi yang sudah terkenal sebagai penahan kantuk, ternyata hanya suatu ilusi. Anda yang banyak minum kopi sepanjang malam mungkin memang merasa lebih segar setelah minum secangkir pada pagi hari. Tetapi hal ini kemungkinan karena  pengaruh kafein pada malam sebelumnya.
Penelitian yang digelar oleh Bristol University ini mengumpulkan 379 orang yang tidak meminum kafein selama 16 jam sebelum minum kopi atau minuman sampel lainnya untuk mengetahui responsnya. Relawan dibagi antara mereka yang hanya minum sedikit kopi, dan yang minum dalam kadar sedang hingga tinggi.

Para peneliti lalu menemukan beberapa perbedaan kadar kewaspadaan di antara para relawan. Menurut Peter Rogers, dari departemen psikologi eksperimental di universitas tersebut, kita tidak mendapatkan keuntungan dari mengonsumsi kafein meskipun kita merasa lebih bugar karenanya, dan hanya membuat kita ke kondisi normal lagi.
Relawan yang merupakan peminum kopi golongan sedang hingga berat yang mengonsumsi minuman sampel dilaporkan tak lagi waspada dan malah sakit kepala. Kedua kondisi tersebut tidak dialami mereka yang minum kafein. Tetapi, kadar kewaspadaan mereka paska mengonsumsi kafein tidak lebih tinggi daripada mereka yang tergolong peminum kopi tingkat rendah yang menerima minuman sampel. Dengan kata lain, kafein hanya membuat peminum kopi tersebut kembali normal.
Secangkir kopi instan mengandung 60-100 mg kafein, tergantung pada kekuatan pemasakan kopinya. Teh mengandung 30-100 mg kafein, latte atau espresso mengandung 90-200 mg kafein, sedangkan 55 gr cokelat batang mengandung 40-50 mg kafein.
"Ada bukti-bukti luar biasa yang menunjukkan bahwa kafein memang meningkatkan kadar kewaspadaan dengan bertindak sebagai stimulan pada sistem saraf pusat, dengan mendorong pelepasan adrenalin," kata Dr Euan Paul, direktur pelaksana British Coffee Association.
Pengaruh ini tidak hanya ditemukan pada orang-orang dengan kewaspadaan rendah, seperti pekerja shift malam atau mereka yang harus bangun pagi-pagi, tetapi juga pada mereka yang memiliki kewaspadaan tinggi.
Kopi masih tergolong aman jika dikonsumsi dengan takaran tidak berlebihan, seperti 4-5 cangkir sehari. Namun perempuan hamil harus membatasi konsumsi kafeinnya hingga 200 mg sehari saja.

DIN

Menebak Kepribadian dari Pilihan Kopi

clip_image012[4]

Shutter Stock

Caffe latte (left), and cappuccino.

Artikel Terkait:

· Menebak Kepribadian Lewat Penampilan

· Kepribadian Anda Sesuai Golongan Darah

· Kepribadian Histrionik, Apa Itu?

· Kepribadian yang Matang

· GramediaShop : Bebas Dari Kanker Dgn Terapi Alternatif

· GramediaShop : The Make Over Rahasia Rias Wajah Sempurna

Rabu, 17/2/2010 | 16:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Secangkir kopi tidak hanya sekadar buih dan gula yang mengendap di dasarnya. Karakter dan kepribadian Anda dapat tecermin di sana. Dua pakar bahasa tubuh asal Australia, Judi James dan James Moore, mengklaim bahwa selera dan pilihan kopi seseorang sebenarnya dapat mengandung makna tertentu.
Menurut mereka, selera kafein dapat mengungkap banyak hal, seperti kepercayaan diri, tingkat stres, dan bahkan kehidupan seksual. Berikut ini uraiannya seperti yang tercukil dalam buku The You Code.
Peminum "espresso": Mereka yang suka kopi ini cenderungmoody, tegar, dan pekerja keras. Mereka juga suka menjadi pemimpin dan mengejar tujuan. Mereka  bisa jadi seorang pasangan yang berpengalaman dan menyenangkan, tetapi kesetiaannya belum tentu bisa diandalkan.
Peminum "black coffee":
Tipe orang ini sungguh minimalis dan tanpa ornamen. Dia menerapkan pendekatan langsung dalam hidupnya. Peminum kopi ini bisa jadi pendiam danmoody, tetapi kadang kala juga bisa menjadi sangat terbuka pada orang lain.
Peminum "latte": Secara tipikal, mereka adalah metroseksual. Peminum latte ingin menyenangkan orang lain dan sangat ingin disukai. Dengan memilih minuman hitam dan berbahaya kemudian mengubahnya menjadi minuman nyaman bercampur susu, James dan Moore bilang bahwa peminum latte mengakui bahwa mereka memiliki sisi ketidakmatangan walaupun ingin maju sebagai penantang.
Peminum "cappuccino": Seperti halnya yang mereka minum, penggemar cappuccino tidak penting seperti halnya buih dan gelembung, bosan dengan detail, tetapi tidak terobsesi dengan hal-hal material. Peminum cappuccinomenikmati seks, tetapi mudah bosan dengan pasangan yang kurang imajinatif.
Peminum "instant coffee": Mereka ini tipe orang yang menyenangkan, langsung ke tujuan, suka tertawa, dan hidup dengan slogan "Jika tidak rusak, tak perlu diperbaiki". Peminum instant coffee bisa jadi hanya memiliki karier yang datar-datar saja dan harus melihat orang lain untuk melihat ke dalam apa yang tersembunyi dalam kepribadian mereka. Hal yang bukan omong kosong dari peminum instant coffee adalah alergi terhadap perilaku berpura-pura dan mereka tetap memakai kaus kaki saat melakukan seks."
Peminum "decaf soy milk": Mereka adalah tipe orang yang maunya benar sendiri, sok peduli lingkungan, pencari perhatian dengan kecenderungan pilih-pilih, rewel, dan gampang jijik. Selain itu, pilihan palsu ini menyiratkan sebuah kesombongan, tipe high-maintenance yang mendambakan sesuatu yang tidak dapat mereka peroleh dan merasa ragu dengan kepribadian mereka sebenarnya.
Peminum "frappuccino": Tidak karuan dan dangkal, peminum frappuccino akan mencoba apa pun sekali saja, terutama jika seorang selebriti lebih dulu melakukannya. Mereka senang memosisikan diri sebagai trend setter, tetapi mereka memberi kesan bahwa mereka adalah seseorang yang lebih mementingkan gaya ketimbang hal substansial  Hubungan asmara peminum frappuccino sering kali berlangsung seperti selera mereka.
Tidak suka kopi: Sungguh disayangkan, keputusannya tidak bagus. Menurut James dan Moore, takut minum kopi sama dengan takut akan hidup. Jika rasa kopi membuat Anda takut, maka Anda benar-benar seorang yang kekanak-kanakan, dan inilah saatnya untuk bergabung dengan dunia yang terus tumbuh!

Kopi Pekat Lebih Aman untuk Perut

clip_image014[4]

SHUTTERSTOCK

Dark-roasted coffee dinilai memproduksi lebih sedikit asam di dalam perut ketimbang bentuk kopi yang lain.

Artikel Terkait:

· Kopi Picu Wajah Berjerawat?

· Kopi Bikin Tekanan Darah Tinggi?

· Begini Cara Menikmati Kopi!

· Ide Wirausaha: Kedai Kopi

· Kopi Bikin Nafas Berbau?

· GramediaShop : Seluler. The Cell

· GramediaShop : Rasetsu’s Flower 05

Kamis, 25/3/2010 | 11:16 WIB

KOMPAS.com — Minum kopi memberikan efek yang berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang merasa jantungnya jadi berdebar-debar. Ada yang perutnya jadi kembung atau jadi mulas. Yang terakhir ini termasuk cukup banyak terjadi. Buktinya, satu dari lima orang diperkirakan mengalami masalah pada perut setelah minum kopi. Sering kali hal ini membuat mereka harus pantang kopi dulu selama beberapa hari.

Nah, apabila Anda termasuk yang memiliki masalah dengan perut sehabis minum kopi, mungkin Anda bisa mencoba kopi yang lebih pekat. Sebab, dark-roasted coffee dinilai memproduksi lebih sedikit asam di dalam perut ketimbang bentuk kopi yang lain, demikian menurut hasil studi baru.
Para ilmuwan Austria melaporkan pada American Chemical Society bahwa mereka telah mengidentifikasi tiga senyawa yang menyebabkan asam pada perut: kafein, catechols, danN-alkanoly-5-hydroxytryptamides. Mereka juga menemukan bahwa satu komponen kopi, N-methylpyridium (NMP), tampak menghentikan sel-sel perut memproduksi asam hydrochloric. NMP bisa meningkat dua kali lipat saat terkonsentrasi pada kopi yang dipanggang lebih pekat.
NMP memang tidak ditemukan pada biji kopi mentah dan hanya dihasilkan dari proses pemanggangan. Para peneliti sedang berencana untuk menguji beberapa tipe biji kopi mentah, dan metode pemanggangan, untuk menghasilkan varian yang baru tahun ini.

"Penemuan ini akan membantu banyak orang yang menderita akibat sensitivitas kopi. Sebagai pencinta kopi, tentu kami sangat senang dengan penemuan ini," ujar Dr Veronika Somoza dari University of Vienna, Austria.

Tentu tidak hanya para peneliti yang excited dengan penemuan ini, tetapi juga para pencinta kopi pada umumnya.

Ide Wirausaha: Kedai Kopi

clip_image015[4]

Shutter Stock

Mesin pembuat cappuccino.

clip_image016

Minggu, 6/9/2009 | 11:32 WIB

KOMPAS.com – Berwirausaha dengan modal terjangkau dan untung besar hampir dipastikan banyak diminati orang. Itulah gagasan atau cita-cita yang dianut pengusaha yang akan mengajak bermitra kepada siapa pun juga.

Kepada harian Warta Kota, Iwan Agustian, pemilik waralaba Semerbak Coffee Blend, mengatakan, untuk menjalankan usaha ini modal yang dibutuhkan calon pewaralaba hanya Rp 7 juta. Biaya itu sudah termasuk konter, bahan kopi sebanyak 6 rasa untuk 120 gelas atau cup, media promosi, softwarekeuangan, seragam, dan manual pengoperasian.

Ada yang membedakan waralaba ini dengan waralaba lainnya. Kata Iwan, selain tidak memungut biaya franchise dan biaya promosi, Semerbak Coffee Blend juga tidak memakai sistem kontrak untuk kerja sama. Pewaralaba cukup belanja kebutuhan bahan kopi di kantor pusat Semerbak Coffee Blend.

"Ini yang membedakan waralaba kami. Kami berpegang pada visi yang kami buat. Kami ingin menciptakan pengusaha baru yang ingin berwirausaha di bidang minuman. Maka dari itu tidak dipungut biaya apapun kepada mitra kami. Termasuk tidak ada kontrak fee dan tidak ada batasan bulan bahkan tahun," ujar Iwan, Selasa (1/9).

Cuma untuk mengikatnya, kata Iwan, para mitra harus belanja bahan kopi di kantor pusat. Termasuk para mitra yang berada di luar Depok atau luar Pulau Jawa, membeli bahan pembuat kopi di kantor yang berada di Jalan Nusantara, Depok itu. Untuk mitra yang berada di luar kota bahan pembuat kopi akan dikirim.

Sebelum menjadi mitra, calon mitra bisa mencicipi bahan dari pembuat kopi. Bagi yang berminat bisa membeli sampel yang berisi enam bahan kopi seharga Rp 50.000,-. Dalam paket ini terdapat bagaimana cara membuat dan menyajikan kopi blend. Harga sampel itu tidak termasuk ongkos kirim.

"Kami beri kesempatan kepada yang berminat untuk mencoba dulu sebelum memutuskan untuk bermitra dengan kami. Bila cocok, bisa diteruskan untuk bekerja sama dengan membayar uang muka 50 persen. Mengenai lokasi penjualan diserahkan langsung ke mitra. Kami tidak ikut survei. Karena yang tahu lokasi dan seluk-beluk pasarnya adalah mitra," kata Iwan.

Di sisi lain, waralaba ini juga bisa memberikan nilai lebih kepada calon mitranya. Misalnya, kata Iwan, mitra atau pewaralaba sudah menekuni usaha makanan lainnya, seperti menjual bakso atau somay, tetap bisa menjadi mitra tanpa harus menutup usaha yang sudah ditekuni.

Menu Semerbak Coffe Blend adalah iced cappuccino latte, hazelnut cappuccino latte, tiramisu cappuccino latte, caramel cappuccino latte, vanila cappuccino latte, dan chocolate cappuccino latte

Iwan mengatakan, dalam satu hari pewaralaba yang sudah jalan rata-rata bisa menjual 200 gelas dengan harga jual dari Rp 7.000,- sampai Rp 10.000,-/gelas, karena tergantung dari lokasi dan target konsumennya.

Selain kopi ada tawaran yang lain yaitu teh gelas Goodtea. Modalnya mulai Rp 4,5 juta hingga Rp 7,5 juta dengan masa pengembalian modal dalam waktu dua hingga tiga bulan.

Goodtea menawarkan program waralaba dalam tiga paket, yakni paket A, paket B, dan tricycle booth. Praska Gilang Ramanda, Marketing Goodtea, mengatakan, paket-paket itu mempunyai harga paket yang berbeda. Paket A ditawarkan Rp 4,5 juta, paket B ditawarkan Rp 5,5 juta, dan paket tricycle booth Rp 7,5 juta.

Waralaba Goodtea juga tidak menarik biaya royalti dan fee franchise kepada mitranya. Semua keuntungan yang diraihfranchisis (istilah pewaralaba Goodtea) dimiliki sepenuhnya oleh pewaralaba. Anda tertarik?

Perjalanan Panjang Kedai Kopi Lokal

clip_image017

KOMPAS/PRIYOMBODO

Pengunjung bersantai di Bakoel Koffie di jalan Senopati, Jakarta Selatan.

Artikel Terkait:

· Menikmati Racikan Kopi Lokal

· GramediaShop : Impian Moira

· GramediaShop : Dari Jendela Smp

Minggu, 26/9/2010 | 12:28 WIB

KOMPAS.com – Bakoel Koffie dan Phoenam punya tradisi panjang dalam memperkenalkan kopi lokal. Bagaimana kedua tempat ini bisa bertahan hingga puluhan bahkan lebih dari 100 tahun menjadi kisah menarik untuk disimak.
Meski tergolong kafe, cikal bakal Bakoel Koffie ternyata berupa warung nasi di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, yang berdiri di awal tahun 1870-an. Tek Sun Ho, sebagai pemilik warung tersebut, biasa membeli bahan masakan dari seorang ibu yang membawa barang dagangannya dengan bakul.
Pada suatu hari, si ibu menawarkan biji kopi yang pada saat itu hanya dikenal orang-orang Belanda. Tek Sun Ho kemudian mengolah sendiri biji kopi tersebut hingga hasil olahannya secara perlahan mengalahkan kepopuleran warung nasinya.
Sejak tahun 1878, usaha warung nasi berubah menjadi Toko Kopi Tek Sun Ho. Kopi-kopi dari toko tersebut, seperti diceritakan pemilik saat ini, Syenny Chatrine Widjaja, dibeli oleh berbagai kalangan termasuk instansi pemerintah.
Usaha tersebut berlanjut hingga pada tahun 2000 Syenny mengubah konsep toko kopi. ”Menjual bubuk kopi pada saat itu sudah tidak relevan lagi karena orang lebih banyak minum kopi di luar rumah. Kami akhirnya membuat kedai kopi karena menyesuaikan konteks cara orang minum kopi,” kata Syenny yang merupakan generasi keempat keluarga Tek Sun Ho.
Dan sebagai penghargaan pada ibu yang memperkenalkan kopi kepada Tek Sun Ho melalui bakulnya, kedai ini kemudian diberi nama Bakoel Koffie, lengkap dengan logo seorang perempuan yang memakai kebaya sambil membawa bakul.
Saat ini, Bakoel Koffie sudah ada di lima kawasan di Jakarta, yaitu di Cikini, Senopati, Bintaro, Kelapa Gading, dan Kuningan.
Sementara kedai kopi Phoenam yang didirikan pada tahun 1946 oleh Liong Thay Hiong, berawal dari kedai yang didirikan di Jalan Nusantara, Makassar, Sulawesi Selatan, di daerah pelabuhan.
Nama ”Phoenam” diberikan oleh salah satu kerabat Liong, yaitu seorang profesor yang bersekolah di Amerika Serikat. Menurut salah satu putra Liong, Hendra Leo (72), Phoenam berarti tempat singgah di selatan.
”Hampir di setiap sudut jalan saat itu ada kedai kopi, termasuk di pelabuhan. Pengunjung biasanya akan mencari kopi, roti bakar, dan telur. Dan yang terkenal dari Phoenam adalah roti kaya (serikaya) karena kami membuat sendiri selainya,” kata Hendra Leo yang biasa disapa Pak Afu.
Sejak awal berdiri, Phoenam cukup lama bertahan di Jalan Nusantara hingga akhirnya harus memilih tempat lain pada tahun 1995 karena perluasan wilayah pelabuhan yang dilakukan pemerintah.
Pada perkembangannya, Phoenam tak hanya pindah tempat, tetapi juga membuka cabang. Selain di beberapa tempat di Makassar, kedai ini sudah ada di Jakarta, Surabaya, serta beberapa kota besar di Sulawesi, seperti Mamuju, Palopo, Palu, dan Manado.
Beberapa cabang di Makassar serta yang berada di Jalan Wahid Hasyim dikelola oleh keturunan Liong, sementara cabang lain dikelola oleh orang-orang yang membeli waralaba kedai tersebut.
Mempertahankan tradisi di tengah gempuran gaya kebarat-baratan bukan hal mudah. Namun, Bakoel Koffie dan Kedai Phoenam mampu bertahan hingga saat ini.

Yang Harus Dikuasai Pemilik Kedai Kopi

clip_image018

SHUTTERSTOCK

Anda harus menguasai pembuatan kopi dengan mesin pembuat kopi ini.

Artikel Terkait:

· Ragam Jenis Penyajian Kopi

· Mendesain Coffee Shop

· Ide Wirausaha: Kedai Kopi

· GramediaShop : Sindikat Mungsret

· GramediaShop : The Prince Of Tennis 35

Selasa, 26/10/2010 | 16:21 WIB

KOMPAS.com — Membuka bisnis kedai kopi tampaknya makin menggairahkan, mengingat kebutuhan orang untuk bersantai atau bersosialisasi. Tidak heran, banyak kedai kopi bermunculan, baik yang lokal maupun yang didatangkan dari luar.

Salah satu hal yang perlu Anda kuasai ketika berencana membangun gerai kopi adalah memahami cara seluk-beluk pembuatan kopi, meskipun Anda hanya membeli waralaba dari sebuah kedai kopi. Apa saja peralatan yang diperlukan, bagaimana cara mengolah kopi dan menyajikannya, hingga melakukan perawatan terhadap mesin pembuat kopi.

"Yang paling penting dalam mengolah kopi adalah menjaga kebersihan, dan selalu tersenyum pada pelanggan," kata Gwilym Davies, World Barista Champion 2009, di Anomali Coffee, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/10/2010) lalu.

Presiden Nuova Simonelli, perusahaan pembuat mesin kopi espresso di Italia ini, lalu mendemonstrasikan cara mengolah dan menyajikan kopi dengan mesin kopi:

1. Membersihkan
Sebelum Anda mengolah biji kopi agar dapat menjadi minuman yang nikmat, pastikan Anda selalu menjaga kebersihannya. Bersihkan mesin beserta gelas-gelas yang akan digunakan.

2. Menghancurkan biji kopi
Tuang biji kopi ke dalam grinder. Grinder adalah alat untuk menghancurkan biji kopi menjadi bubuk kopi yang siap diproses lebih lanjut. Jangan lupa meletakkan toggle, keranjang yang tersedia pada mesin kopi untuk menampung bubuk kopi tersebut. Namun sebelumnya, pastikan keranjang tersebut telah bersih dari ampas kopi.

3. Padatkan bubuk kopi
Setelah bubuk kopi ditampung di toggle, Anda dapat memadatkan dengan menggunakan temper. Caranya dengan menekan biji kopi tersebut.

4. Memasang keranjang pada boiler
Setelah bubuk kopi dipadatkan, Anda dapat meletakkan toggle pada boiler. Boiler adalah alat untuk memanaskan dan mengeluarkan air panas. Kencangkan. Letakkan gelas untuk menampung cairan kopi yang keluar.

5. Mengolah susu
Sementara kopi diolah, Anda dapat menyiapkan susu yang akan digunakan. Anda dapat menggunakan susu segar yang di-steam agar menjadi halus dan lembut. Masukkan susu ke dalam gelas yang telah disediakan, steamsecukupnya.

6. Campurkan
Setelah susu selesai di-steam dan kopi pun telah siap, Anda dapat mencampurkan keduanya. "Mainkan" busa susu sehingga menjadi suatu pola yang indah dipandang.

7. Hidangkan
Untuk menghidangkan pada pelanggan, Anda tidak boleh sembarangan. Hadapkan pola yang telah Anda buat dengan benar kepada pelanggan.

8. Bersihkan alat-alat
Setelah menggunakan berbagai mesin tersebut, Anda harus membersihkan meja beserta mesin yang Anda gunakan.

Ragam Jenis Penyajian Kopi

clip_image012[5]

Shutter Stock

Caffe latte (kiri), dan cappuccino.

· GramediaShop : Famlit

· GramediaShop : Electric Daisy 02

Rabu, 10/2/2010 | 13:21 WIB

KOMPAS.com – Suatu sore di sebuah kedai kopi terkenal di mal di kawasan Senayan, Jakarta. Kompas Female sedang menunggu antrian untuk memesan kopi. Di tengah ketenangan itu, tiba-tiba seorang perempuan masuk dari arah pintu samping. Seorang pria, yang berjalan di belakangnya, membawakan baki berisi secangkir kopi dan mengembalikannya ke meja pemesanan kopi.

"Mas, saya minta kopi saya diganti! Saya enggak pesan kopi kayak gini!" seru perempuan muda dengan dandanan yangstylish tersebut.

Kasir yang ditegur itu pun segera mengecek kwitansi pemesanan dari perempuan tersebut. "Tertulis di sini Ibu memesan espresso?" katanya mengkonfirmasi, sambil menunjukkan kwitansi tersebut.

"Tapi bukan yang kayak gini!" seru perempuan itu lagi, tanpa mengindahkan kwitansi yang disodorkan kepadanya. "Kopi apa ini? Pahit begini?"

"Ini espresso, Bu. Tadi kan Ibu memang memesan espresso?"

Kasir atau barista kedai kopi tersebut tidak sempat menawarkan jalan keluar lebih lanjut. Sebab perempuan tersebut keburu kesal dan langsung meninggalkan tempat. Atau, mungkin ia keburu malu karena tidak tahu bahwa kopi espresso ternyata kopi kental tanpa tambahan apa pun.

Tentu saja, hal ini tak akan terjadi bila Anda telah mengetahui jenis-jenis kopi dari cara penyajiannya. Untuk Anda yang belum memahami ragam penyajian kopi, simak penjelasan dr Surip Mawardi, peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) dalam peluncuran Nescafe Teknologi ERA di 3 Degree – F Cone, FX Lifestyle X’center, Jakarta, Senin (8/2/2010).

Sekadar catatan, penyajian kopi di sini merupakan dasar penyajian kopi panas. Sedangkan kopi dingin umumnya merupakan variasi dari kedai kopi itu sendiri.

1. Espresso
Sebutan untuk kopi murni yang diseduh menggunakan air panas tanpa tambahan apa pun seperti krim atau susu. Kopi jenis ini disajikan kental, dan bahkan terkadang diminum tanpa gula sama sekali. Disajikan dalam satu cangkir kecil atau gelas belimbing. Di Indonesia dikenal dengan nama kopi tubruk atau kopi tanpa ampas.
2. Macchiato
Merupakan jenis penyajian kopi hitam yang dicampur dengan susu atau krim, atau busa panas. Disajikan dalam sepertiga atau kurang dari setengah cangkir kecil. Kopi jenis ini masih menyisakan rasa kopi yang dominan.
3. Caffe Latte
Atau dikenal dengan sebutan kopi susu. Kopi hitam encer yang ditambahkan dengan dua atau tiga kali takaran susu dari cangkir besar sehingga memiliki rasa dan aroma antara susu dan kopi yang seimbang.
4. Cappuccino
Merupakan kopi hitam yang diberi susu panas yang dibusakan. Disajikan dalam cangkir yang lebih besar dari cangkir espresso biasa. Cappuccino bisa diminum tanpa menggunakan gula. Namun jika Anda ingin cita rasa yang lebih manis, Anda bisa menambahkan dengan gula pasir atau gula cair yang biasanya sudah disediakan.
5. Moccacino
Kopi espresso atau kopi hitam yang ditambah busa susu panas dan taburan remahan cokelat atau bubuk cokelat di atasnya. Disajikan dalam cangkir kecil.
6. Kopi instan
Jenis kopi yang sudah diberi bermacam variasi, mulai dari susu, krim, mocca, atau kopi plain (murni tanpa tambahan). Contohnya bisa Anda lihat dari berbagai produk kopi dalam sachet. Ada yang merupakan campuran dari kopi, susu dan krim; kopi bubuk instan, kopi yang bisa diseduh dengan air dingin, atau kopi susu dengan ampas kopi yang halus dan lembut.